MENGWI, Fajarbadung.com – Kapolres Badung AKBP Dedy Defretes menegaskan, saat ini pihaknya mengerahkan 150 personil yang akan bekerja untuk menggeser warga yang sedang Isoman ke lokasi Isoter. “Kami mengerahkan 150 personil, mulai dari tenaga tracing dari Polri hingga petugas lainnya agar semua warga yang saat ini sedang Isoman akan dibawa ke lokasi Isoter. Petugas akan menyebar di 6 kecamatan di Kabupaten Badung dan akan melakukan pendekatan kepada warga yang sedang Isoman agar pindah ke Isoter,” ujarnya di Badung, Senin (16/8/2021). Ia mengatakan, untuk kegiatan pergeseran isoman ke Isoter laporan kemarin dari anggota di lapangan itu sekitar 200 orang selama dua hari ini. Dan itu akan terus bertambah. Dan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu langsung Isoter tidak isoman lagi.
Ia mengaku, sesuai laporan real-time, terbanyak di tiga kecamatan yakni di Mengwi, Abiansemal dan Kuta Utara. Jumlah persisnya, laporan perkembangan masih terus berjalan, sebab kegiatan anggota di lapangan atau anggota tracing kita terus mendata sampai hari ini. “Terkait sanksi masyarakat yang bandel kita belum temukan masyarakat yang bandel ketika berikan edukasi,” ujarnya.
Targetnya secepat mungkin agar warga yang Isoman bisa dievakuasi ke Isoter sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya. Artinya, semua yang saat ini sedang Isoman wajib sekarang diarahkan untuk melaksanakan isolasi terpusat. Bila ada warga yang menolak maka pihaknya akan melakukan edukasi dan berkoordinasi dengan pihak Banjar setempat, Kelian adat, kepala desa, TNI, Polri yang bertugas di wilayah setempat.
“Memang, pengalaman di Kecamatan Abiansemal, ada satu yang tidak mau Isoter, mau di rumah saja. Tapi kita kasih tahu bahwa tujuan Isoter ini adalah untuk menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga Bali. Dan Isoman itu beresiko buat keluarganya, buat dirinya, kita kasih pemahaman. Kebanyakan yang tidak mau ini belum paham. Tapi setelah dikasih pemahaman itu, mau dan sampai hari ini kami belum ada kendala dan tidak ada laporan ngotot benar-benar tidak mau,” ujarnya
Mengarahkan warga ke Isoter adalah target operasi. Hingga saat ini memang belum ada Isoter berbasis kecamatan. Memang untuk Isoter berbasis kecamatan sedang dicari tempat-tempatnya yang representatif, dalam hal ini lingkungan harus mendukung dan terus dikoordinasikan dengan dinas kesehatan untuk menambah lokasi-lokasi Isoter berbasis kecamatan.
“Saya mengerti maksudnya memang masyarakat tidak ingin jauh dari Isoter rumahnya,” ujarnya. Adapun strateginya adalah penerapan Prokes yang ketat, tracing, testing, treatment dan vaksinasi.(cv/tim)


















