Rehabilitasi Mangrove di Tahura Bali Terus Berjalan, 18 Hektare Lahan Rusak Mulai Pulih

0
100
Foto: Ketua Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Ni Nyoman Sweet Juniartini, bersama wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat ditemui di Arboretum Park Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, pada, Senin, 9/3/2026.

DENPASAR, Fajarbadung.com – Upaya rehabilitasi hutan mangrove terus dilakukan oleh komunitas Sahabat Mangrove Ranger Indonesia di kawasan Arboretum Park Taman Hutan Raya (Tahura) Bali. Sejak dimulai pada 2019, kegiatan ini difokuskan untuk memulihkan sekitar 18 hektare kawasan mangrove yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Ketua Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Ni Nyoman Sweet Juniartini, mengatakan rehabilitasi dilakukan melalui penanaman kembali serta perawatan rutin agar mangrove dapat tumbuh dengan baik.

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 18 hektare kawasan terdampak sudah direhabilitasi. Kami terus menanam dan merawatnya sampai sekarang,” ujarnya.

Selain area rehabilitasi tersebut, pihaknya juga mengembangkan kawasan arboretum mangrove seluas sekitar 3 hektare sebagai lokasi edukasi. Saat ini kawasan tersebut sedang diperluas dengan tambahan beberapa hektare di sisi timur.

See also  Wagub Bali: Raja Salman Jadi Bukti Pariwisata Bali Ramah Muslim

Di arboretum tersebut, berbagai jenis mangrove dari berbagai daerah ditanam untuk tujuan pendidikan lingkungan. Tercatat ada sekitar belasan jenis mangrove yang ditanam, sebagian di antaranya berasal dari luar Bali seperti Kalimantan dan Papua.

Untuk menanam berbagai jenis mangrove tersebut, tim melakukan rekayasa lingkungan agar tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi lokasi. Hal ini dilakukan karena setiap jenis mangrove memiliki zona tumbuh yang berbeda.

“Di mangrove itu ada zona depan, tengah, dan belakang. Jadi kami menciptakan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan setiap spesies agar bisa tumbuh,” jelasnya.

Bibit mangrove yang digunakan sebagian besar didukung oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Dengan metode rekayasa lingkungan tersebut, beberapa tanaman yang ditanam sekitar 1,5 tahun lalu kini sudah mulai tumbuh dengan baik.

See also  Polda Bali Bekerjasama dengan PW Muhammadiyah Provinsi Bali Gelar Kegiatan Vaksinasi Massal

Ia juga menjelaskan bahwa mangrove sebenarnya memerlukan perawatan seperti tanaman lainnya. Perawatan dilakukan dengan pemberian pupuk organik, nutrisi tambahan, serta penyemprotan penguat batang dan daun secara berkala.

Proses perawatan dilakukan saat air laut surut agar nutrisi yang diberikan dapat terserap dengan maksimal. Tim juga memantau pola pasang surut air laut untuk menentukan waktu perawatan yang tepat.

Menurut Juniartini, keberhasilan rehabilitasi mangrove juga terlihat dari mulai munculnya kembali berbagai biota laut di kawasan tersebut.

“Awalnya kawasan ini sangat kering dan tidak ada ekosistem. Setelah air laut bisa masuk dan mangrove ditanam, sekarang sudah mulai muncul kerang, kepiting, dan biota lainnya,” katanya.

Selain di Bali, Sahabat Mangrove Ranger Indonesia juga menjalankan program serupa di beberapa daerah lain seperti Lombok dan Sumbawa dengan menerapkan metode perawatan mangrove yang sama.

See also  Cegah Covid-19 Sat Brimob Polda Bali Bersama Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar Gelar Sterilisasi di Polda Bali

Dalam waktu dekat, tim juga akan menanam sekitar 1.000 bibit mangrove di area yang masih kosong di kawasan tersebut untuk memperluas kawasan hijau sekaligus memperkuat ekosistem pesisir.(FB007)

(Visited 7 times, 1 visits today)