The Biggest Fireworks In Bali Pukau Ribuan Pengunjung GWK

0
848
The Biggest Fireworks In Bali Pukau Ribuan Pengunjung GWK/fajarbadung.com
The Biggest Fireworks In Bali Pukau Ribuan Pengunjung GWK/fajarbadung.com

JIMBARAN, Fajarbadung.com – Ribuan pengunjung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Culture Park terpukau dengan keindahan kilauan kembang api yang ditembakkan ke langit di atas Ungasan, Jimbaran menandai pergantian tahun dari 2019 ke tahun 2020.

Sebanyak 20.000 tembakan kembang api sukses memukau para pengunjung yang hampir semua mengabadikan momen itu lewat kamera telepon seluler maupun kamera lainnya yang mereka persiapkan sebelumnya.
vent yang akan digelar oleh Garuda Wisnu

Kembang api dengan jenis dan bentuk yang berbagai macam itu ditembakan dari beberapa sisi Patung GWK, patung ke-3 tertinggi di dunia. Ribuan orang pengunjung yang memadati GWK sejak sore hari berdecak kagum. Demikian juga warga Bali yang tinggal di seputaran GWK rela menunggu di lantai atas rumahnya untuk menjadi saksi perhelatan besar yang cuma bisa dilihat sekali dalam setahun itu.

Mulai sore sekitar jam 16.00 WITA, para pengunjung sudah berduyun duyun memenuhi taman wisata budaya seluas sekitar 60 Ha tempat berdiri patung tertinggi ketiga di dunia
yang tingginya 121 meter.

Patung yang lebih tinggi dari patung Liberty di AS setinggi 93 meter ini menjadi saksi dimulainya pesta kembang api yang terbesar di Bali tahun ini yang akan menjadi rutinitas digelar tiap penghujung tahun di tahun tahun berikutnya.

Pesta kembang api dengan sekitar 20.000 ribu tembakan kembang api mewarnai malam pergantian tahun baru 2020 di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Badung, Bali.

“Kami bersyukur meskipun sebelumnya kawasan GWK sempat diguyur hujan hingga menyebabkan genangan air di sejumlah titik namun saat malam cuaca cerah dan pesta kembang api dapat berjalan dengan lancar,” ujar Head of Division Marketing Communication & Event GWK, Andre Prawiradisastra di Mangupura, Badung, Rabu, 1 Januari 2020 sesaat setelah pesta kembang api.

Pada kesempatan tersebut, sebelum peluncuran kembang api saat detik-detik pergantian tahun terlebih dahulu dilakukan prosesi hitung mundur. Tepat saat memasuki tahun baru 2020, kembang api langsung diledakkan hingga menambah indah suasana malam di Patung GWK.

See also  Breeze The Samaya Seminyak Mempersembahkan “Symphony Wine Dinner”

Kembang api yang terdiri dari berbagai macam jenis tersebut diluncurkan dari sisi kanan, kiri, depan dan belakang Patung GWK sehingga membuat pemandangan Patung GWK menjadi beda dari biasanya.

Ribuan pengunjung yang hadir juga tampak langsung mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera dan ponsel yang dimiliki.

Andre Prawiradisastra mengatakan, pesta kembang api yang dikemas dalam kegiatan “Bali Countdown – The Biggest Fireworks Show in Bali” itu dipastikan akan diselenggarakan kembali pada tahun mendatang.

Dikatakan Andre, GWK akan rutin menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun. “Walaupun ini masih pertama, kami ingin dapat memukau masyarakat dan dapat terkenang sehingga tahun depan masyarakat bisa datang ke sini lagi karena sudah mengetahui kalau kembang api terbesar ada di kawasan Taman Budaya GWK,” katanya.

Sebelumnya saat senja hingga tengah malam di penghujung tahun 2019, patung dari tembaga dan kuningan yang ditopang 21.000 batang baja seberat 2.000 ton, serta baut sebanyak 170.000 buah ini nampak lebih memukau dengan kilauan permainan laser yang ditembakkan juga ke arah tebing batu – tebing batu yang menjadi ciri khas utama GWK.

Sejumlah pengunjung yang kebanyakan adalah turis domestik mengaku takjub dengan tampilan GWK di malam hari yang terlihat lebih indah dengan pantulan kilauan sinar laser warna warni. Seperti yang dikatakan Rony turis domestik yang mengaku sengaja ke Bali untuk menikmati pergantian tahun sudah 3 tahun belakangan inj. ” Biasanya liat kembang api di Pantai Kuta tapi sesekali liat pesta kembang di GWK. Tahun depan kalo bagus ya kesini lagi,” ujar Rony.

Sudah sejak sore sekitar 10.000 pengunjung berdatangan dan memadati venue acara. Para pengunjung pun berdesak-desakan memasuki lokasi sambil berselfie ria dengan background patung GWK juga panggung dan sejumlah mobil antik yang ada di sekitar lokasi.

See also  Pelaku Pencurian Handphone di Tempat Pernikahan Dibekuk Polisi

Sambil menanti pesta kembang api, para pengunjung dihibur oleh pentas musik dengan sederet musisi idola seperti Diskopantera, Feel Koplo, dan band kevanggan Bali Joni Agung & Double T. Beberapa DJ papan atas seperti Alex Seda, Sterly Lie dan Ayuka turut memanaskan suasana malam dengan racikan music beat

Event New Year’s Eve Celebration ini bertajuk Bali Countdown 2020 dengan gelaran pentas musik dan pesta kembang api.

Untuk menandai puncak pergantian tahun GWK Culture Park menggelar “The Biggest Fireworks Show in Bali”, pesta kembang api berbagai rupa terbesar di Bali yang menyemarakkan langit Ungasan ketika memasuki tahun 2020.

Andre Prawiradisastra menjelaskan, 20.000 tembakan kembang api menjadi yang terbesar di Bali karena kalau dibandingkan dengan kembang api di Kuta tahun lalu itu kembang apinya tidak sampai 10 ribu. “Ini jadi yang terbesar di Bali dan tahun-tahun selanjutnya akan menjadi rutinitas tahunan yang diharapkan jadi alternatif utama para wisatawan untuk menghabiskan akhir tahun,” ujar Andre.

Dikatakannya juga 4 hari sebelum acara tiket yang terjual sekitar 5 ribu, sementara tiket yang beredar saat itu sekitar 10 ribu. Sehingga diperkirakan sudah ada sedikitnya 10 ribu lebih pengunjung memadati GWK Culture Park beberapa jam sebelum penghujing tahun 2019. Sementara pada pukul 21:00 WITA jumlah pengunjung terus saja berdatangan ke GWK.

Event Bali Countdown 2020 sebelumnya dibuka para tanggal 28 Desember oleh Wakil Gubernur Bali bertepatan dengan pameran Bali Classic Motor Show ke-3 yang menjadi pembuka acara.

Selain itu GWK juga menyiapkan event bertajuk GWK MuFest 2019 yang berlangsung pada 28 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 denga puluhan gerai makanan, minuman serta berbagai food truck.

Bali Classic Motor Show (BCMS) ke-3 digelar kali ini merupakan kolaborasi GWK dengan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali dan secara langsung dibuka oleh Prof Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau biasa disapa cok Ace, Wakil Gubernur Bali yang juga menjadi salah satu pembina PPMKI ini menjadi opening Road To Bali Countdown 2020, program acara yang juga digadang-gadang akan menjadi trademark Bali di tiap pergantian tahun.

See also  Penjabat Gubernur Sampaikan Jawaban Terhadap Pandangan Umum Fraksi atas Ranperda ABPD 2024 dan Ranperda Pajak Retribusi

Bali Classic Motor Show (BCMS) ke-3 ini diadakan selama 9 hari di Lotus Pond Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park Bali, dari tanggal 28 Desember 2019 – 5 Januari 2020

Sebelumnya PPMKI mencatat sukses menggelar Bali Classic Motor Show (BCMS) di 2016 dan 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mobil dan motor klasik, bahkan beberapa diantaranya adalah kendaraan yang lahir di era Perang Dunia atau Prewar.

Sebagian dari 100 mobil dan motor antik ini pernah dipakai oleh sejumlah pemimpin dan tokoh terkenal Indonesia yaitu Presiden RI I, Ir Soekarno, Ibu Negara RI I Fatmawati dan Penglona Besar Jenderal Soedirman.

Selain mobil klasik bersejarah GAZ Chalka Limo 1947 milik mantan Presiden I RI pemberian Presiden Rusia saat itu, mobil bersejarah lainnya yang turut dipamerkan di antaranya, mobil Chrysler Limousine tahun 1947 yang pernah dipakai oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Plymouth 1947 yang dipakai mantan ibu negara Fatmawati Soekarno. Selain itu ratusan mobil klasik dari kolektor-kolektor luar Bali juga turut dipamerkan.(anya/fb)

(Visited 60 times, 1 visits today)