Apakah Filler Masih Relevan Di Dunia Estetik Modern?

0
159
FOTO : dr I Gede Ngurah Probo Suteja Putra.

Oleh : dr I Gede Ngurah Probo Suteja Putra

Dalam hidup manusia, proses penuaan adalah hal yang natural dan tidak bisa dihindari. Proses penuaan itu sendiri terjadi di seluruh aspek tubuh dari tingkat sel hingga organ.

Proses penuaan ini akan mempengaruhi tampilan seseorang terutama tampilan wajah. Secara kasat mata, beberapa perubahan yang berhubungan dengan penuaan seperti perubahan warna, kulit yang mengalami kekenduran, keriput dan lebih kering hingga hilangnya lemak di beberapa area wajah. Menariknya hilangnya lemak ini mengakibatkan penopang kulit jadi berkurang sehingga kekenduran semakin terlihat. Hal ini mendorong adanya tindakan untuk mengganti kekosongan tersebut, salah satunya dengan menggunakan filler.

Filler sendiri sejak digunakan dari akhir abad ke – 19, berevolusi menjadi produk yang lebih aman, reversible, natural untuk digunakan pada tubuh manusia. Penggunaannya pun makin bervariasi tidak hanya sebagai pengisi kekosongan tetapi bisa digunakan untuk membantu augmentasi dari area wajah yang dianggap kurang ideal. Namun, penggunaan yang sangat luas ini terkadang mengakibatkan banyaknya efek samping yang tidak diinginkan salah satunya overfill syndrome. Efek samping ini menyebabkan bentuk wajah jadi tidak natural, aneh dan tidak ideal. Hal tersebut mengakibatkan ketakutan tersendiri bagi calon pasien yang sebenarnya ideal untuk dilakukan tindakan tersebut. Ditambah dengan era skin booster dan collagen stimulator yang dianggap lebih natural, aman dan tidak akan merubah wajah.

See also  Belajar dari Sepi dan Keramaian Mudik

Skin booster ataupun collagen stimulator memang dibutuhkan pada kasus penuaan tetapi seperti yang dijelaskan di awal bahwa penuaan terjadi di berbagai aspek kulit sehingga satu jenis perawatan tidak akan cukup untuk menangani berbagai proses penuaan tersebut.

Penggunaan filler tetap dibutuhkan bagi calon pasien yang benar – benar membutuhkan volume sebagai bantalan pada kulit sehingga struktur kulit tetap bagus. Untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan, penggunaan filler disesuaikan dengan kebutuhan kulit setiap individu. Penyesuaian ini berdasarkan jenis filler, jumlah filler yang dipakai, area yang dilakukan tindakan, dan cara penyuntikan filler, kesemuanya ini akan mempengaruhi hasil akhir dari tindakan perawatan filler.

See also  Manis Galungan di Den Bukit

Filler sendiri adalah salah satu tindakan estetik yang memiliki ketahanan lama di tubuh kita, tergantung pada jenis filler yang dipakai. Oleh sebab itu, pengerjaan tindakan ini tidak boleh dilakukan sesering mungkin karena jumlah filler yang masih ada akan terakumulasi. Hal ini yang menyebabkan perubahan bentuk wajah yang aneh dan tidak natural. Selain itu, terlalu banyak mengisi filler di satu area tertentu juga bisa menyebabkan tekstur wajah yang tidak rata, bergelombang hingga kemungkinan ada efek penekanan pada pembuluh darah yang mengakibatkan permasalahan yang lebih berat.

Dapat ditarik kesimpulan, penggunaan filler masih sangat dibutuhkan di era skin booster dan collagen stimulator karena cara kerja dari masing – masing treatment tersebut sangat berbeda. Dengan memperhatikan jenis filler yang dipakai, volume yang disuntikkan hingga area dan cara penyuntikkan akan memberikan dampak pada wajah pasien secara signifikan namun tetap natural tanpa ada perubahan bentuk wajah yang berlebihan. Kombinasi tindakan perawatan filler dengan perawatan lainnya akan menyempurnakan hasil akhir treatment anti aging.

(Visited 4 times, 1 visits today)