Bahas Kesiapan PTM, Komisi IV DPRD Badung Gelar Rapat dengan Disdikpora dan Diskes Badung

0
375
FOTO : Komisi IV DPRD Badung saat Rapat dengan Disdikpora dan Diskes Badung.(6/9/2021).(tim).

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Dalam rangka memastikan kesiapan sekolah dan guru dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupeten Badung, Komisi IV DPRD Badung mengelar rapat dengan pihak dinas terkait yakni Disdikpora dan Diskes Badung di gedung sekretariat DPRD Badung, Senin(6/9/2021).

Rapat dipimpin langsung ketua komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta dan didampingi anggotanya Nyoman Gede Wiradana, Rara Hita Sukma Dewi, I gede Aryantha dan Ni Luh Putu Sekarini, sementara dari Disdikpora Badung dihadiri langsung Plt.Kadisdikpora I Made Mandi dan Kadiskes Badung dr. Nyoman Gunarta.

Dalam kesempatan tersebut Made Sumerta mengatakan kesiapan ini penting untuk memastikan pelaksanaan belajar mengajar di masa pandemi bisa berjalan dengan baik. Pihaknya tidak ingin ada klaster baru bila PTM dilaksanakan. “Kami ingin mengetahui kesiapan sekolah di Badung bila PTM dilaksanakan. Sampai sejauh mana persiapannya? “kata Made Sumerta

Menurutnya ada banyak hal yang harus disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuknya jika terjadi klaster baru di lingkungan sekolah. Pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan menyiapkan skenario dalam menghadapi PTM ini. Sebab terus terang saat ini masyarakat sudah merindukan anaknya bisa belajar di sekolah,”ujar politisi senior PDIP ini

Menangapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung I Made Mandi menyampaikan bahwa sesungguhnya secara prinsip kita sudah sangat siap. Semua sekolah dari TK sampai SMA di Badung sejatinya sudah siap melakukan PTM. Sarana dan prasarana Prokes di sekolah-sekoah sudah siap. Orang tua siswa juga sudah menyetujui. “Kita sebenarnya bisa melakukan PTM terbatas. Namun karena perkembangan kasus Covid19 yang naik turun maka PPKM diperpanjang maka rencana tersebut ditunda,” ujarnya. Bahkan SKB 4 menteri pun mengalami perbaikan-perbaikan. Saat ini perpanjangan PPKM sudan terjadi yang keempat kalinya. Semoga dalam perpanjangan PPKM Bali turun level menjadi level 3 atau 2.

See also  Wabup. Suiasa Terima Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek

Sekalipun PTM belum dimulai namun 25% tenaga pendidik dan kependidikan tetap berada di sekolah untuk melakukan asesmen nasional (AN) atau asesmen kondisi minimum. Bila masuk level 3 atau 3 maka PTM dilakukan secara terbatas yakni hanya 50%. Syaratnya, vaksin lengkap, zonanya merah atau hijau, sebab kalau merah tetap dilarang. Surat izin orang tua agar anaknya dibolehkan melakukan PTM. Prokes harus ketat. Sampai saat ini, semua sekolah sudah siap PTM, seluruh pengecekan kesiapan sudah dilakukan, dan hasilnya semua sekolah di Badung audaj 100 peresen siap.

Walau demikian ada beberapa hambatan, yakni anak yang masih berumur 12-17 tahun, masih sebanyak 700-an orang belum vaksin dan tersebar di beberapa sekolah di Bali. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk vaksin semua. Bila sudah memenuhi syarat dan levelnya turun maka Badung sudah bisa PTM 50% dan untuk SMP hanya yang sudah tervaksin lengkap. Berikutnya, yang wilayah sekolah adalah zona hijau. Sebab ini adalah tanggungjawab bersama. Sekolah di Badung masih mengandalkan tatap muka dan saat ini sudah lost landed karena PJJ belum berhasil. Anak-anak di TK dan PAUD sangat berat dalam PJJ.

See also  Cevah Covid -19, Para Bhabinkamtibmas Patroli Sambil Bersosialisasi Kesehatan

Untuk tingkat SD, maka pihaknya akan masuk melalui Gugus, dan bila dalam waktu dua Minggu sejak perubahan level diturunkan tidak ada kasus positif maka akan dilakukan pemberhentian PTM. Bila satu saja murid positif maka dalam waktu tiga hari, pemerintah daerah harus sudah mengambil langkah untuk menghentikan PTM sampai dengan kasus membaik. PTM pun akan dibuka bagi siswa secara terbatas, dalam satu kelas hanya 18 orang, tidak ada jam istirahat, tidak ada kantin, siswa datang dalam kelas langsung PTM setelah itu langsung bubar.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung I Nyoman Gunarta mengatakan, dari trend kasus sudah menurun. Namun penentuan level bukan hanya dari kasus positif tetapi ada banyak faktor lainnya. Kasus positif hanya berada 5% ke bawah dari total populasi di Badung. Bila masih tinggi maka bisa saja level tetap. Berikutnya soal ratio kontak tracing yang tidak memenuhi syarat yakni minimal 5 orang persatu kasus positif. Berikutnya soal keterisian Isoter dan rumah sakit. Saat ini masih tinggi. Dari 42 desa di Badung, banyak yang sudah zona hijau dan kuning. Dominan hijau ada di Kecamatan Petang dan Abiansemal.

See also  Kemendikbud Ajak Siswa Unjuk Kreativitas di Ajang Lomba Hari Peringatan Pancasila

Bila buka PTM, di hulunya harus ada mitigasi yakni sterilisasi, masker cadangan, semprot berkala tiap dua jam sekali atau sebelum sessie berikut. Penyediaan air bersih untuk cuci tangan, handsanitizer, termogan, yang sakit harus pulang. “Kepala sekolah harus tempatkan satu orang guru di depan sekolah untuk cek, yang sakit haru pulang,” ujarnya. Ruangan harus punya ventilasi dan tidak menggunakan AC. Vaksin guru harus diperketat. Syarat mudah. Komorbid yang tidak aktif bisa divaksin. Silahkan mendatangi rumah sakit terdekat dan akan dipermudah. Untuk siswa yang belum lengkap divaksin batas akhir adalah pertengahan September.(cv/tim).

(Visited 15 times, 1 visits today)