NUSA DUA, Fajarbadung.com – Bali Fashion Trend 2020 kembali digelar di Inaya Putri Bali Hotel Nusa Dua pada 7-9 November 2019. Pagelaran busana terbesar di Bali ini merupakan ajang terbesar di tahun in.
Perwakilan Indonesia Fashion Chamber (IFC), Weda Githa mengatakan, event bergengsi ini akan menghadirkan puluhan desainer mulai dari lokal, nasional dan internasioal. Para desainer tersebut akan menampilkan beragam karya dan inovasi terbaru dalam dunia desain.
“Ini adalah event terbesar di Bali. Beragam karya dari puluhan desainer akan diperagakan dan dipamerkan di hadapan ribuan peserta yang akan menyaksikan hasil inovasi para desainer dengan karyanya yang spektakuler,” ujarnya.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika Bali Fashion Trend 2020 menjadi pintu masuk bagi Bali secara umum sebagai pusat desain dan fashion dunia. “Bali bisa saja menjadi pusat fashion dunia. Di Bali segalanya ada. Bahan bakunya mulai dari tenunan tradisional yang sudah mendunia, hingga bahan berkelas lainnya dari berbagai negara di dunia,” ujarnya.
Selain itu, Bali adalah pusat dunia, karena menjadi destinasi terkenal di dunia. Bukan tidak mungkin, fashion menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dalam event ini juga akan menghadirkan para desainer lokal dengan berbagai bahan baku lokal dari tenunan Bali.
Menurutnya, event tahun ini sudah masuk tahun kelima sejak dimulai pada 2014. Bali Fashion Trend ini, terus berupaya untuk menjadikan Bali sebagai pusat mode fashion di Indonesia atau pun internasional.
“Tahun ini kami ingin mengangkat Bali bukan hanya sebagai tempat wisata tapi juga pusat mode, sudah terkenal sejak tahun 90-an, banyak industri garmen yang ada di Bali,” ujar Weda Githa.
Berbeda dengan fashion pada umumnya yang merujuk ke barat, Bali Fashion Trend 2020 akan lebih diwarnai dengan desain resortware. Menyesuaikan, karena Bali dikenal dengan pariwisata sehingga fashion yang ditampilkan pun tetap mengusung pariwisata.
“Ajang Fashion ini, nantinya akan menghadirkan ratusan desain baru. Kami fokus pada budaya lokal, dengan menggunakan kain lokal seperti endek, wastra, dan songket,” imbuh Weda.
Direktur Distribusi Viva Cosmetics untuk wilayah Indonesia Timur Yusuf Wiharto sebagai wakil dari produk kecantikan Viva Cosmetics pendukung penuh Bali Fashion Trend 2020 ini. Ia mengungkapkan sangat mendukung kegiatan kreativitas anak bangsa ini.
“Bali Fashion Trend 2020 menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya Bali. Sebagai produsen kosmetik Indonesia selama 52 tahun, kami hadir untuk ikut melestarikan budaya,” ujarnya.
Marketing Communitacion Hotel Inaya Putri Bali, Patricia Wikan mengaku sangat bangga dan mengapreasi kegiatan Bali Fashion Trend 2020. Menurutnya, fashion bukan hanya sekedar seni, namun juga memiliki nilai budaya.
“Kami harap ini industri fashion ini terus tumbuh dan semakin mengenalkan Bali ke kancah internasional, kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari acara Bali Fashion Trend 2020,” kata Wikan.
Diketahui, Tahun ini, Bali Fashion Trend 2020, ditargetkan mendatangkan 4000 pengunjung dari Bali, Indonesia dan Internas (djk/fb)


















