Bali Menyepi, Lagu Sunyi Dari Balik Lapas Yang Menyentuh

0
200
Foto: Lapas Kerobokan Launching lagu "Bali Menyepi" karya grup band warga binaan "ANTRABEZ", pada Senin (16/3/2026).

DENPASAR, Fajarbadung.com – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, grup band ANTRABEZ yang beranggotakan warga binaan Lapas Kerobokan merilis karya terbaru berjudul Bali Menyepi. Lagu ini lahir dari proses perenungan yang mendalam tentang makna keheningan Nyepi.

Dirilis menjelang Nyepi, lagu ini bukan sekadar karya musik, tetapi juga sebagai persembahan reflektif bagi sebuah ruang spiritual yang sejenak dibebaskan dari hiruk-pikuk dunia. Bali Menyepi menggambarkan momen langka ketika alam kembali bernapas tanpa beban ego manusia.

Lewat lirik-lirik yang jujur dan kontemplatif, ANTRABEZ menggambarkan kontras antara dunia yang tersiksa oleh ego dan Bali yang menemukan kembali kesunyian sucinya. Kalimat seperti Hari ini Bali ku bernafas bebas tanpa polusi mu menjadi simbol pelepasan, baik dari kebisingan fisik maupun batin.

See also  Mitsubishi Fuso dan Sun Star Motor Bali, Rayakan Ultah ke 55 Tahun

Nuansa lagu ini berjalan pelan namun dalam, menghadirkan ruang untuk merenung. Repetisi kalimat Bali ku menyepi, Bali ku sendiri bukan dimaknai sebagai kesepian, melainkan sebagai bentuk kemandirian spiritual, sebuah kondisi ketika alam dan manusia saling mengamati dalam diam.

ANTRABEZ juga meresapi nilai utama Nyepi melalui empat prinsip Catur Brata Penyepian yang tersurat dalam lirik. Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan, Amati Lelungan —sebuah ajakan untuk berhenti, mengamati, dan kembali menyelaraskan diri dengan semesta.

Pada bagian akhir, lagu ini berubah menjadi doa visual dan emosional: Bali yang “merekah anggun, malam yang berkilau bintang, dan kerinduan akan kasih cinta semesta. Sebuah pengingat bahwa dalam keheningan, selalu ada harapan dan keindahan yang lahir kembali.

See also  Kampanye Koster-Giri di Tejakula Diikuti Tujuh Ribu Warga, Janji Dua yang Dituju pada 27 November 2024

Dengan Bali Menyepi, ANTRABEZ mengajak pendengar untuk tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga mengalami keheningan, merayakan Nyepi sebagai ruang refleksi, dan memaknai kembali hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Lagu Bali Menyepi akan dirilis di seluruh platform digital menjelang Hari Raya Nyepi, tanggal 13 Maret 2026. Sebagai soundtrack sunyi bagi Bali dan siapa pun yang ingin belajar diam sejenak di tengah dunia yang terus berisik.(FB007)

(Visited 10 times, 1 visits today)