Hindari Berita Hoax Jelang Pemilu 2024, KPU Badung Gelar Media Gathering 

0
159
KPU Kabupaten Badung menggelar Media Gathering bersama sejumlah awak media di Warung Mina Dalung, Kamis, 28 Desember 2023. Foto : Dok - Ist

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menggelar Media Gathering bersama sejumlah awak media sebagai bentuk apresiasi peran media sebagai salah satu pilar demokrasi, dalam menyukseskan Pemilu 2024 di Warung Mina Dalung, Kamis, 28 Desember 2023.

Ketua KPU Kabupaten Badung, Gusti Ketut Gede Yusa Arsana menyampaikan Media Gathering ini dilaksanakan, untuk memberikan informasi yang bersifat membangun dengan sasaran para pemilih, supaya perhelatan Pemilu 2024 tidak beredar Hoax atau berita menyesatkan, apalagi adanya berita terpotong, yang bisa mengakibatkan masyarakat terbawah di tingkat Grass Root itu salah memahami regulasi pemilu. Dicontohkan, pemilih menggunakan KTP Elektronik dalam rangka memilih.

“Memang boleh orangnya datang ke TPS menggunakan KTP Elektronik. Tetapi, di tempat KTP Elektroniknya dikeluarkan. Kami di tahun 2019 menerima banyak sekali pemilih dari luar membawa KTP Elektronik tanpa surat pindah memilih. Kalau dengan surat pindah memilih itu bisa kita layani. Kita harus layani dengan DPTb,” jelasnya

Hal ini, lanjutnya sangat penting sekali diantisipasi tentang berita terpotong yang pernah terjadi pada tahun 2019.

Oleh karena itu, pihaknya meminta awak media untuk terus menyampaikan kepada masyarakat agar paham betul, bahwa yang disebut dengan pemilih KTP Elektronik adalah pemilih yang melakukan atau menggunakan hak pilih di tempat KTP tersebut dikeluarkan, tetapi jika dia tidak terdaftar di DPT, sudah punya KTP elektronik dia bisa menggunakan itu dengan hadir ke TPS, pada pukul 12.00-13.00 WITA.

See also  Moeldoko Serukan Seluruh Stakeholder Kerja Keras Turunkan Angka Stunting Menjadi 14 Persen pada 2024

“Kendalanya nanti adalah apakah surat suara masih tersedia, karena regulasinya norma yang mengatur adalah sepanjang surat suara masih tersedia,” paparnya.

Oleh karena itu, langkah berikutnya yang dilakukan para pemilih yang pindah memilih atau tidak memilih di tempat tersebut adalah mengurus surat pindah memilih atau DPTb.

“Misalnya, karena akan bekerja, teman-teman di Petang yang bekerja di Nusa Dua sebagai pekerja pariwisata di tanggal 14 Februari tidak dapat libur, dia dari sekarang sampai 15 Januari harus mengurus surat pindah memilihnya, sehingga bisa menggunakan hak pilih di Nusa Dua misalnya seperti itu. Apalagi yang dari luar daerah. Ini di Pemilu 2019 banyak sekali ada berita terpotong,” urainya

Berikutnya, adanya informasi yang tidak sampai, sehingga pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk mengecek DPT online dari sekarang, agar bisa dipastikan dari awal, bahwa para pemilih sudah terdaftar dan juga memastikan hadirnya nomor TPS di tempat mencoblos.

TPS ini, lanjutnya akan berkaitan dengan surat pemberitahuan hari dan tanggal pemungutan suara. “Jadi, surat yang dulu kita sebut C6 itu adalah surat pemberitahuan hari dan tanggal pemungutan suara. Sebetulnya, tanpa surat ini pun kalau kita sudah tahu tidak apa-apa hadir di TPS, tapi kami ingin bukti, bahwa yang bersangkutan benar itu pemilihnya adalah dia ada di DPT dengan cara menunjukkan cek DPT online dan membawa KTP Elektronik. Itu khan sudah ada di HP-nya tentang cek DPT online,” tambahnya.

See also  Pendukung Jerinx SID Bali Bangkit, Baliho Minta Jerinx Dibebaskan Mulai Bertebaran

Namun, jika pemilih tidak membawa KTP Elektronik kemungkinan dia memasukkan NIK orang lain, kemudian ada di cek DPT online, dia datang ke TPS mau memilih yang justru memakai daftar nama orang lain, makanya harus disertai KTP Elektronik. “Hal ini penting kita sampaikan kepada masyarakat luas, selain hal-hal secara umum, misalnya pemilu pada 14 Pebruari, yang sudah 17 tahun atau sudah menikah bukan TNI Polri hadir ke TPS dapat memberikan hak suaranya. Itu harus betul-betul, dalam 5 tahun hanya sekali kita secara sipil politik diakui hak dan kedudukan kita disana,” ungkapnya.

Hal ini, seharusnya dibangun kontruksi berpikir, agar pemilih menyadari betul, bahwa ketika tidak menggunakan hak pilih, maka siapapun yang terpilih itu harus diterima dengan lapang dada, sehingga terus diupayakan partisipasi masyarakat, pada perhelatan Pemilu serentak 2024. Jika masyarakat lebih menginginkan secara praktek pemilu itu transaksional, maka orang-orang terpilih nantinya yang menggunakan pola transaksional.

Demikian pula, orang baik, jika tidak masuk kedalam pola-pola yang baik, itu tidak mengubah situasi konstelasi politik yang mengakibatkan terdegradasi elektabilitasnya. Untuk itu, patut diubah ke pola-pola lebih baik, dengan idealisme dan pola berpikir bagus, yang disertai secara aktif menggunakan hak pilihnya. “Toh juga tidak terjadi apa-apa, siapa saja jadi Presiden, saya tetap biasa-biasa saja. Itu harus diubah kontruksi berpikir seperti itu, karena konstelasi politik tergantung dari kemauan masyarakat,” jelasnya.

See also  Kodim Gianyar Bersinergi dengan PLKB Tampaksiring Gelar Pelayanan KB Gratis

Oleh karena itu, pihaknya sangat membutuhkan awak media agar diberikan masukan dan kritik yang konstruktif dan membangun, baik dari sejumlah tahapan Pemilu maupun semua Divisi yang telah memberikan pemaparan, dari sosialisasi hingga teknis penyelenggaraan.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengadakan simulasi di Banjar Culag Calig, Desa Mengwitani, yang kebetulan berada di TPS 24 dengan tanggal sosialisasi 24 dan jumlah pemilih yang hadir sebanyak 240 orang. “Jadi, itu cukup unik juga ditemukan di hari itu. Didalam sosialisasi itu kita sudah selesai pukul 17.30 WITA sore. Artinya ketakutan sampai besok hari itu sebetulnya tidak perlu terjadi, karena kalaupun ditambah dua varian surat suara lagi, maka pukul 21.00 WITA seharusnya paling malam kita sudah selesai menghitung, termasuk merekap dan melaporkan hasil. Untuk itu, saya bisa menjadi anggota KPPS karena tidak menakutkan lagi, sebab di KPU sudah melakukan langkah-langkah pencegahan supaya kejadian Pemilu 2019 tidak terjadi lagi di Pemilu 2024,” tutupnya. *Chris

(Visited 2 times, 1 visits today)