
DENPASAR, Fajarbadung.com – Ikatan Keluarga Alor Panter (IKAP) menggelar fashion show sebagai penutup rangkaian kegiatan tahunan. Acara yang melibatkan peserta anak-anak, remaja, hingga dewasa itu menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas serta memperkuat identitas budaya warga Alor yang tinggal di Bali.
Ketua Panitia IKAP, Simon Magang, menjelaskan bahwa fashion show ini merupakan bagian dari sejumlah kegiatan yang telah digelar sepanjang tahun. “Ini acara IKAP, jadi kita ada bikin beberapa acara, yang pertama itu futsal, terus ada badminton, habis itu ada lagi poker, terus ini fashion show terakhirnya itu Desember, plus ulang tahun IKAP,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang positif bagi generasi muda. “Kami bikin acara fashion show ini supaya membangun semangat anak-anak muda, kreativitas anak-anak yang sekarang… supaya mereka punya mental itu tertata. Itu yang kami dari IKAP lakukan untuk anak-anak. Jadi tujuannya itu untuk baik ke depannya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia menyoroti bahwa acara ini juga memiliki misi sosial yang lebih besar, yaitu mengubah cara pandang masyarakat terhadap warga NTT di Bali. Ia mengatakan bahwa warga NTT sering mendapat stigma negatif, dan kegiatan seni seperti fashion show dapat menjadi sarana untuk menunjukkan citra yang lebih positif.
“Tujuan kami warga NTT terutama yang dituakan, merubah pola pikir, cara pandang warga NTT di Bali. Bahwa selama ini kita hanya fokus di acara nikah, pesta, dan seterusnya. Banyak sekali deskripsi bahwa kita ini orangnya seperti apalah, orang-orang nakal atau seperti apa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa IKAP ingin menunjukkan bahwa warga NTT memiliki talenta seni dan karakter positif. “Sekarang kami ingin supaya berubah, pola pikir orang NTT itu berubah, bahwa kita bukan orang nakal, tapi kita orang sen kami warga NTT ke Bali agar supaya warga yang lain tahu bahwa kami juga orang seni, kami juga orang yang murah senyum, baik hati,” jelasnya.
Acara fashion show ini juga menjadi bagian dari persiapan pergantian kepengurusan IKAP, yang akan dilanjutkan dengan ibadah syukur Natal di bulan Desember. Panitia berharap kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan kebanggaan generasi muda Alor terhadap identitas budaya mereka.
Dengan melibatkan berbagai kategori peserta dan menampilkan kreativitas busana, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol perubahan citra, pembangunan karakter, dan kontribusi seni warga Alor dan NTT di Bali.(FB007)

















