Ilham Habibie: Indonesia Harus Kuasai Teknologi Kunci Agar Cepat Maju

0
481
Ilham Habibie: Indonesia Harus Kuasai Teknologi Kunci Agar Cepat Maju/fajarbadung.com
Ilham Habibie: Indonesia Harus Kuasai Teknologi Kunci Agar Cepat Maju/fajarbadung.com

DENPASAR, Fajarbadung.com – Anak mantan presiden ke-3 Indonesia yakni Ilham Habibie diberi kesempatan menjadi pembicara pada seminal ilmiah dalam rangkat hari kebangkitan teknologi nasional Indonesia di Sanur Bali, Senin (26/8). Dalam kesempatan tersebut, putra BJ Habibie ini memberikan materi tentang Lesson Leaned Alih Teknologi, Reverse Enginering dan Penguasaan Tenologi Kunci. Menurut Ilham, teknologi telah meresap dan merubah kebiasaan-kebiasaan manusia. Cepatnya kemunculan disrupsi teknologis senantiasa membuka kesempatan baru memecahkan berbagai persoalan di berbagai sektor yang belum pernah terselesaikan. “Dengan demikian, bagi Indonesia, kemajuan teknologi akan sangat membantu mengatasi masalah dalam mencapai cita-cita kemerdekaan,” ujarnya.

Rakornas 2019 ini, Kemenristekdikti membicarakan banyak hal vital yang penting bagi publik ketahui. Salah satu tujuan Rakornas adalah menciptakan momentum menyiapan kontribusi lintas sektoral pemerintahan, perguruan tinggi, dan industri untuk mengisi Rancangan Undang-Undang (UU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) yang telah disetujui menjadi UU dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 16 Juli 2019 lalu. Dengan sasaran tersebut, Rakornas ini diharapkan menjadi titik awal koordinasi kuat agar rencana induk pemajuan iptek menjadi acuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-204, sebagaimana telah RUU Sisnas Iptek telah amanatkan.

See also  Mendikdasmen Sambut Murid Penerima Beasiswa ADEM: Pendidikan Berkualitas Terbuka untuk Semua Anak Indonesia

Dalam semangat kolaboratif antar lembaga, salah satu isu strategis kebijakan publik yang Rakornas 2019 akan bicarakan adalah mengenai alih teknologi. Konseptualisasi kebijakan alih teknologi sepatutnya mewujudkan mekanisme agar aktor-aktor industri menyerap manfaat kemajuan Iptek dunia, melalui proses pemilihan, akuisisi, adaptasi, aplikasi, hingga ke taraf ekspansi dan pengembangan lanjutan teknologi. Efektivitas alih teknologi tersebut dapat terwujud antara lain bila Kemenristekdikti mendapat peran yang memiliki otoritas pendanaan atas suatu pusat kolaborasi dalam Program Unggulan (Flagship) Nasional.

Selaras dengan isu alih teknologi, Rakornas juga akan menggulirkan diskusi bagaimana Lemlitbang menjalankan peran aktif memperkuat paradigma standarisasi industri agar menjadi faktor keunggulan kompetitif bersama. Selain itu, Rakornas hendak mengangkat isu strategis bagaimana pemerintah memberikan keadilan bagi inovator lokal agar bisa mengakses pasar yang ada di pengadaan barang jasa negara. Pengadaan barang jasa di institusi-institusi negara dapat menjadi kebijakan inovasi berbasis permintaan untuk memberikan pasar pasti (captive market) bagi warga Indonesia yang berkerja menjadi inovator teknologi. Hal ini berarti lembaga negara perlu memberikan pendampingan agar inovator dari Indonesia berkesempatan masuk pada e-katalog.

See also  Sat Resnarkoba Polres Badung Ungkap Pelaku Pengedar Narkotika

Dalam menjalankan arahan Presiden Joko Widodo agar semua kementerian memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM), isu mobilitas SDM litbang iptek dari Lemlitbang dan perguruan tinggi ke badan usaha juga menjadi topik penting di Rakornas 2019.

SDM Iptek Indonesia perlu mendapat kesempatan lebih luas mengintegrasikan karirnya di dunia usaha agar mereka bisa aktif ikut meningkatkan atmosfir kompetisi industri nasional. Kebutuhan penguasaan Iptek ada di semua lapisan dan bidang pemerintahan. Kegiatan Rakornas memberikan jendela bagi media untuk menyaksikan komitmen pemerintah menciptakan kebijakan efektif agar negara mencapai tujuan-tujuannya. (Axelle Dae/FB)

(Visited 11 times, 1 visits today)