Kapolres Badung Resmikan Desa Buduk Sebagai Kampung Tangguh Narkoba

0
147
FOTO : Kapolres AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH saat Resmikan Desa Buduk Sebagai Kampung Tangguh Narkoba.(tim)

MENGWI, Fajarbadung.com – Bertempat di Kantor Perbekel Desa Buduk, Jalan Wahyu Graha Nomor 5, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH  meresmikan Desa Buduk, sebagai kampung tangguh anti narkotika.

Kegiatan yang dihadiri Plt Kepala BNNK Badung Kompol AA Mudita, Perbekel Desa Buduk I Ketut Wira Adi Admaja, dan beberapa perwakilan warga Buduk serta di laporan kegiatan di bacakan oleh Kasatresnarkoba Iptu I Putu Budi Artama, SH, MH berjalan dengan aman dan tertib.

Kapolres Badung mengatakan pembentukan kampung tangguh narkotika ini, merupakan salah satu langkah kepolisan dalam berperang melawan narkotika dan merupakan bentuk nyata dari anti narkotika.

“Desa Buduk ini merupakan salah satu contoh kampung yang mampu mencegah dan menangkal bahaya narkoba baik dari dalam maupun luar,” Ungkapnya.

See also  Gubernur Bali : FSBJ Jadi Wahana bagi Pelaku Seni Modern

“Kami lakukan ini karena Badung merupakan wilayah yang penduduknya sangat heterogen. Banyak pendatang. Menyadari hal itu perang terhadap narkoba perlu dilakukan terobosan agar setiap Desa di Badung bersih dari narkotika,” Sambungnya.

Mantan Kasat PJR Ditlantas Polda Bali ini mengatakan penanganan terhadap ancaman narkoba harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum atau instansi tertentu saja. Semua masyarakat terlibat, termasuk orangtua dan juga aparat desa.

Dikatakan ancaman bahaya narkoba saat ini sangat serius. Para bandar tidak hanya menggaet orang dewasa untuk dijadikan kurir ataupun konsumennya tetapi menyasar anak-anak. Para bandar tidak mengenal tempat dan waktu. Mereka mengedarkan di sekolah, di kampus, bahkan di rumah ibadah.

See also  Badung Akan Permudah Perijinan dan Branding Produk UMKM

Banyak orang tergiur untuk terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Salah satu faktornya adalah mudah mendapatkan uang dalam jumlah banyak. Padahal risiko yang dihadapi sangat tinggi. Misalnya ancaman terhadap kesehatan dan suramnya masa depan.

“Perang terhadap peredaran gelap narkotika harus serius dan melibatkan semua pihak. Bicara narkotika adalah bicara bisnis. Bicara suplai dan demand. Suplai tidak akan berakhir kalau demand atau permintaan masih ada. Bisnis paling menggiurkan di dunia saat ini adalah bisnis narkoba. Cepat mendapatkan uang dalam jumlah banyak,” bebernya.

Terpilihnya Desa Buduk sebagai percontohan dalam memerangi narkoba disambut baik oleh Perbekel Desa Buduk, Ketut Wira Adi Admaja. Dia berharap ke depan sinergitas antara desa dengan aparat terkait dalam memberantas narkoba semakin baik. “Terimakasih kepada bapak Kapolres Badung menetapkan Desa Buduk sebagai kampung tangguh anti narkoba,” ungkap Wira Adi dalam sambutannya.

See also  Tandatangani Wantilan Balai Desa di Bualu, Bupati Giri Prasta Komitmen Bantu Peningkatan Pendapatan Desa Adat

Sumber – Humas|Editor – Christovao

(Visited 8 times, 1 visits today)