Keluhan Pelayanan Kesehatan Masuk DPRD Badung, RSUD Mangusada Dimintai Penjelasan

0
29
Suasana Rapat Kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung tanggal 26 Agustus 2026 di Ruang Rapat Gosana II Lantai II Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. Foto : Dok - Humas

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung gelar Rapat Kerja dan Pengaduan Masyarakat yang diterima Komisi IV DPRD Kabupaten Badung tentang Pelayanan Kesehatan di RSUD Mangusada Kapal, Rabu, 26 Agustus 2026 di Ruang Rapat Gosana II Lantai II Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Badung.

Hadir dalam Raker hadir, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Badung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Direktur beserta Direksi RSUD Mangusada Kapal dan Dewan Pengawas RSUD Mangusada, Kabupaten Badung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, Nyoman Graha Wicaksana, menyampaikan, Rapat Kerja Komisi IV Terkait Implementasi Program Kesehatan Dan Pengaduan Masyarakat Yang Diterima Komisi IV Tentang Pelayanan Kesehatan Di RSUD Mangusada Kapal berawal dari laporan salah satu pasien warga Badung akan jalankan operasi tertunda akibat ada miskomunikasi tentang pengenaan program Mantap Badung.

“Pengawasan pelayanan Rumah Sakit Mangusada terkait dengan masukan yang kami terima di bidang pelayanan. Kemarin ada pasien yang akan menjalankan operasi tetapi tertunda karena ada mis pengertian atau miskomunikasi di internal terkait dengan pengenaan program Mantap Badung,” ujarnya usai pelaksanaan Raker tersebut di Badung.

See also  Pansus DPRD Badung Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pelayanan Ketenagakerjaan

Ia menyampaikan, Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung, membuat program Mantap Badung dimana programnya mengcover hal-hal tidak terlayani oleh BPJS. Seperti, Jantung, Cuci darah, Pasien Kanker, dan lain sebagainya yang tidak terlayani oleh BPJS.

“Nah, di sini kami mengharapkan supaya seluruh komponen baik di bidang kesehatan itu bisa melaksanakan dengan mengimplementasikan program ini dengan baik, tidak ada mis pemahaman. Sehingga yang terutama pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Badung, ini bisa dilayani dengan baik,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, RS Mangusada muka pelayanan pemerintah Kabupaten Badung, tentu pelayanan yang baik, akan mendapat respon positif dari masyarakat Badung.

“Bagaimanapun juga, rumah sakit ini adalah, wajah depan dari pelayanan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap masyarakatnya. Jadi, ketika pelayanan kesehatan ini baik, masyarakat jadi sangat puas terhadap pelayanan yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” cetusnya.

See also  Dukung Program Vaksinasi, Polres Badung Buka Gerai Vaksin di Terminal Mengwi 

Menurut Ia, pihak manajeman RS harus mampu mensosialisasikan, program Mantab Badung ketengah masyarakat Badung dengan baik agar tidak terjadi miskomunikasi kedepannya.

“Ya, jadi kemarin karena, ini programnya sifatnya istilahnya ya baru, tapi lama. Karena, program Mantap Badung ini kan wajah istilahnya produk yang kemasannya hampir sama dengan program KBS yang terdahulu.Jadi hampir sama ya, tapi ya kita, berharap dari pihak manajemen agar mensosialisasikan kembali.Ketika masyarakat itu sudah masuk ke UGD, prioritas kan pelayanan kepada masyarakat, gitu. Jangan lagi, ini kan karena rumah sakit pemerintah, yang harus memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, khususnya masyarakat Badung,” paparnya.​

Ia berkomitmen, RS Mangusada agar mampu layani masyarakat Badung dengan lebih baik.

“Tapi kita lihat ke depannya seperti apa, ya. Jadi kami dari Komisi IV berkomitmen agar mewujudkan bagaimana Rumah Sakit Mangusada Kapal ini bisa memberikan pelayanan terbaiklah kepada masyarakat Badung,” ucapnya.

 

Dirinya meminta, dengan implementasi program Mantap Badung diharapkan, jajaran direksi RS Mangusada Kapal aktifkan buat desk untuk pemahaman aparat terbawah di manajeman RS Mangusada Kapal.

See also  Dukung Program Kerja DPM FH Unud, Ini Yang Dilakukan Ketua DPRD Putu Parwata! 

“Jadi harapan kami dengan adanya sosialisasi dan pemahaman di aparat pelayanan terbawah, agar tidak terjadi lagi miskomunikasi,” cetusnya.

Sembari Dirinya menambahkan, untuk masalah antrean di poliklinik RS Mangusada Kapal diharapkan dapat menambah pelayanan hari Sabtu hingga Minggu.

“Terhadap poliklinik yang daftar antreannya terlalu panjang, itu kami harapkan supaya pihak manajemen untuk merancang membuka pelayanan di hari Sabtu dan Minggu, bahkan untuk sore hari pun,” harapnya.(FB005)

(Visited 1 times, 1 visits today)