KULINER

KFC Tiga Kota Di Indonesia Sudah Pakai Paper Bag Bagi Konsumen

Denpasar, Fajarbadung.com – Perang terhadap sampah plastik dan kantong plastik sekali pakai sudah mulai menjadi pola perilaku berbagai unit usaha di Indonesia. Salah satunya adalah KFC dari PT Fast Food Indonesia, Tbk. General Manajer Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk Hendra Yuniarto saat ditemui di Denpasar, Jumat (5/7) mengatakan, saat ini seluruh gerai KFC di tiga kota besar di Indonesia yakni Bali, Jambi dan Banjarmasin, sudah mengganti kantong plastiknya dengan kantor kertas plastik atau paper bag. “Kami sebagai restoran cepat saji terbesar di Indonesia, senantiasa mendukung rencana pemerintah seputar peduli lingkungan dan kelestarian alam. Termasuk Pemerintah Provinsi Bali, yang bertekad menjadikan Bali sebagai tujuan wisata ramah lingkungan, dalam program Bali tanpa kantong plastik. Serta kota kota lain, seperti Banjarmasin dan Jambi, dan menyusul beberapa kota lainnya,” ujarnya.

Ia mengakui, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang kantong plastik sekali pakai, KFC tidak bisa langsung mengeksekusinya untuk langsung menyetop penggunaan kantong plastik. Pertama, pihaknya membutuhkan sosialisasi kepada konsumen tentang kebijakan tersebut. Kedua, KFC harus mencari solusi terbaik untuk mengadakan paper bag, melakukan koordinasi, komunikasi dengan pihak suplier paper bag tentang proses pembuatan, jumlah kebutuhan, kontinuitas dan seterusnya. “Kami tidak mau langsung menyetop karena kuatir terjadi komplain dari pelanggan. Sementara di sisi lain kami harus mencari solusi pengadaan paper bag, dimana supliernya, bagaimana bahan bakunya dan seterusnya. Sehingga kami membutuhkan waktu 6 bulan untuk mengadakan paper bag sambil menghabiskan stok kantong plastik yang sudah ada. “Sejak akhir Juni 2019 kemarin, kami pastikan jika stok kantong plastik sekali pakai di KFC sudah nol. Dan kami sudah beralih ke paper bag. Untuk sementara sudah diberlakukan di tiga kota di Indonesia yakni Bali, Banjarmasin dan Jambi. Sementara kota lain di Indonesia akan segera menyusul dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya KFC sudah mendeklarasikan tanpa sedotan plastik sejak Januari 2017 lalu. Upaya ini cukup efektif untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai di Indonesia terutama yang berasal dari sedotan plastik. Untuk seluruh Indonesia, harga sedotan plastik sekitar Rp 2 miliar lebih pertahun. “KFC akhirnya meluncurkan sedotan yang dipakai untuk beberapa kali. Keputusan kami sama sekali tidak ada niatan untuk merugikan para produsen sedotan plastik sebab pengguna terbesar sebenarnya bukan dari KFC melainkan dari warung-warung di pinggir jalan. Jadi kami sama sekali tidak merasa dirugikan dengan total belanja selama setahun sebanyak Rp 2 miiar,” ujarnya. Sementara untuk kantong plastik sekali pakai, total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 5 miliar lebih. Sementara setelah menggunakan paper bag, jumlahnya membengkak hingga 600 persen atau sekitar Rp 30 miliar. “Ini adalah komitman kami terhadap lingkungan hidup dengan menjalankan gerakan tanpa kantong plastik,” ujarnya.

Aksi yang dilakukan di KFC wilayah Bali, Jambi, dan Banjarmasin mulai awal Juli ini, sekaligus memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Dunia tanggal 3 Juli lalu. Kantong plastik diganti dengan kantong kertas. Khusus untuk di Bali, aksi ini sudah sesuai dengan regulasi soal pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di wilayah Bali yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali no 97 tahun 2018, dimana pelaku usaha dilarang menyediakan plastik sekali pakai, dan melarang siapapun untuk menggunakan plastik sekali pakai. KFC Indonesia akan memperluas wilayah gerakan tanpa kantong plastik sekali pakai ke seluruh Indonesia. Namun dukungan konsumen KFC akan sangat berarti dengan selalu membawa tas kantong sendiri saat membeli produk KFC untuk di-take away. Komitmen KFC terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun 2012 dalam Program KFC Green Action. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari program penanaman lahan gersang di tahun 2007. Semangat peduli lingkungan kemudian diperkuat dengan gerakan No Straw Movement sejak Mei 2017 lalu. Di awal Juli 2019 KFC juga mempersembahkan stainless straw eksklusif, dalam rangka 40 tahun KFC Indonesia. Program lainnya berupa gerakan Budaya Beberes dan gerakan pengelolaan sampah. Gerakan Budaya Beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan lalu membuangnya ke tempat sampah. (Axelle Dae)

error: Content is protected !!