BALI

Koster Sebut Pemkot Denpasar Paling banyak Pasok Sampah ke TPA Suwung

DENPASAR, Fajarbadung.com – Gubernur Bali I Wayan Koster curhat saat Sidang Paripurna di DPRD Bali. Di hadapan 55 anggota DPRD Bali dan juga puluhan OPD yang hadir, Koster curhat soal penanganan TPA Suwung Kecamatan Denpasar Selatan yang hingga kini menyisakan banyak persoalan yang harus diselesaikannya.

Menurut Koster, TPA Suwung sebelumnya digunakan 4 kabupaten di Bali yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Namun dalam perjalanan Gianyar dan Tabanan akhirnya setop pasok sampah ke TPA Suwung sejak tahun 2018 lalu. Sementara Badung akan setop dalam waktu dekat sambil menunggu pembenahan TPA yang baru.

Menurut Koster, TPA Suwung itu memang di luar akal sehat. Ia mempertanyakan, siapakah dulu yang melakukan kajian, agar Suwung dijadikan TPA. “Dimana-mana, yang namanya sampah itu lokasinya jauh ke pinggiran. Ini malah ditaruh di tengah kota. Suwung itu jalur pusat. Disana ada pelabuhan, ada bandara, ada taman mangrov, ada banyak tempat suci, pusat keramaian, pusat ekonomi. Tapi kow kita malah taruh sampah disana,” ujarnya di Denpasar, Senin (11/11).

Namun Koster tidak mau mempersoalkan hal tersebut. Ia beranggapan bahwa TPA Suwung itu bagian dari masa lampau yang saat ini butuh penanganan secara baru. Penanganan baru untuk keamanan dan kenyamanan Bali.

“Beberapa waktu lalu terjadi masalah. Masyarakat disana tutup akses masuk mobil sampah. Semua ribut. Selaku gubernur saya tidak mau hal ini terjadi. Saya panggil seluruh masyarakat di Pesanggaran. Akhirnya masalah seleasai,” ujarnya.

Menurut Koster, Kota Denpasar paling banyak pasok sampah. Perharinya sebanyak 815 ton dalam kondisi normal. Gianyar memasok 85 ton perhari namun sudah dihentikan sejak tahun lalu karena sudah memiliki TPA sendiri. Tabanan 4 ton perhari namun sudah dihentikan sejak tahun lalu. Sementara Badung 127 ton perhari. Namun terakhir tinggal 2 ton dan akan setop dalam waktu dekat.

“Jadi terbanyak ada di Kota Denpasar. Sudah sampahnya banyak alat beratnya hanya dua unit. Itu pun sering rusak. Sementara Badung juga hanya 1 alat berat. Itu pun sering rusak. Jadi jangan salahkan gubernur kalau sampah di Suwung memang belum beres.

Gubernur tidak pernah tutup kalau orang mau buang sampah di Suwung, tapi harua ditangani,” ujarnya. Untuk itu dalam waktu dekat ini, Pemprov Bali akan menyiapkan satu unit alat berat berupa eksavator dan satu unit truk sampah. Koster juga meminta kepada Menteri PUPR dan sudah ada jawaban. Kementerian PUPR akan menyumbang dua eksavator untuk dioperaikan di TPA Suwung.(axelle dae/fb)

error: Content is protected !!