KSP: Di Era Presiden Jokowi, Borobudur Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

0
139

JAKARTA, Fajarbadung.com – Candi Borobudur bertransformasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan berkelas dunia. Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasuruhan dan Pasar Seni Kujon membawa kemajuan siginifikan bagi kelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pengembangan TPST Pasuruhan dan Pasar Seni Kujon bukan hanya memanjakan pengunjung, tapi juga menjadi pelopor kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di kawasan wisata Candi Borobudur.” kata Helson Siagian, Tenaga Ahli Utama KSP, saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Sampah Pasuruhan, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/5).

TPST Pasuruhan, sambung dia, akan mewujudkan Borobudur lebih bersih dan hijau. Melalui penerapan teknologi pengelolaan limbah dan daur ulang yang mutakhir, TPST ini akan mendaur ulang 90% sampah yang dihasilkan setiap hari. Sementara Pasar Seni Kujon dirancang untuk mendukung dan meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

See also  Ratusan Ibu-Ibu Gabungan Istri Prajurit TNI Dan Polri, Ikuti Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI)

Lebih lanjut, Helson menegaskan komitmen Presiden Jokowi mengembangkan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata berkelanjutan kelas dunia juga akan diwujudkan dengan disusunnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembentukan pengelola Tunggal kawasan pariwisata Borobudur. Konektivitas juga akan ditingkatkan dengan pembangunan jalan tol langsung dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Selain itu, tambah dia, akan dioperasikan kendaraan listrik untuk mengangkut wisatawan dari Pasar Seni Kujon ke Candi Borobudur.

“Ketika Borobudur terus berkembang di bawah kepemimpinan yang visioner, Borobudur menjadi contoh yang sangat baik bagi situs warisan budaya lainnya di seluruh dunia,” tegas Helson.

Pada kesempatan itu, Tenaga Ahli Utama Bidang Infrastruktur dan Pariwisata KSP ini, juga mengungkapkan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia telah mencatat peningkatan signifikan dalam Indeks Pengembangan Pariwisata dan Perjalanan (TTDI). Yakni, naik dari posisi ke-36 ke 22. “Ini menunjukkan keberhasilan kebijakan pariwisata berkelanjutan,” pungkas Helson.**Chris

(Visited 1 times, 1 visits today)