Luncurkan SIGAP EMAS, Badung Peduli Gelar Safari Kesehatan di Lapas Perempuan Kerobokan

0
27

MANGUPURA, Fajarbadung.com  -Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program “SIGAP EMAS”, Kamis (3/9).

Acara yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan ini dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain pemberian layanan kesehatan gratis, agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memulai program inovatif tersebut.

Program SIGAP EMAS (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas) merupakan program unggulan yang dirancang khusus. Tujuannya adalah menjamin tumbuh kembang optimal anak-anak yang lahir dan besar di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada masa-masa emas pertumbuhan mereka.

See also  Pangdam Zamroni Silaturahmi Dengan Tokoh Agama dan Adat Pura Besakih

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai beserta jajaran. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung, perwakilan Disdikpora Badung. Acara ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran, akademisi dari Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan hak anak-anak yang terpaksa tinggal bersama ibunya di dalam Lapas. Ia menyoroti aturan batas usia maksimal tiga tahun bagi anak bawaan dan mendorong adanya mekanisme transisi yang humanis. “Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya. Saya menyarankan agar secara berkala, misalnya saat akhir pekan, anak-anak dapat dikenalkan dengan lingkungan luar atau berkumpul bersama keluarga di rumah agar proses adaptasinya berjalan baik,” ujarnya.

See also  Ketua Dewan Putu Parwata Serahkan Ratusan Jubah Buat Pendeta GKPB

Selain fokus pada tumbuh kembang anak, Nyonya Rasniathi juga mengapresiasi keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kerobokan. Menurutnya, berbagai produk olahan pangan seperti keripik tempe hingga kerajinan tangan tas hasil karya warga binaan memiliki mutu tinggi dan daya saing yang baik di pasar luas.

Lebih lanjut, Rasniathi menegaskan bahwa penandatanganan kerjasama program SIGAP EMAS ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan harus dikawal melalui pemantauan yang konsisten dan berkelanjutan.

“Langkah kecil ini akan membawa manfaat besar bagi warga binaan dan tumbuh kembang anak-anak mereka,” tegasnya.

Melalui sinergi SIGAP EMAS ini, Pemkab Badung bersama Dinas terkait, Lapas Perempuan Kerobokan, dan akademisi Psikologi FK Unud berkomitmen untuk terus menghadirkan pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu rutin, pendampingan psikologis anak, hingga pelatihan keterampilan kerja agar warga binaan siap kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat.***

(Visited 4 times, 4 visits today)