Moeldoko Bicara Tantangan Indonesia Menjadi Negara Berpendapatan Tinggi

0
80
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko,(tengah) saat memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, Selasa (19/3). Foto : Dok - Humas

JAKARTA, Fajarbadung.com – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyoroti dua tantangan besar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi atau high income country pada 2045. Ia menyebut kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketenagakerjaan.

Moeldoko mengungkapkan saat ini kualitas SDM Indonesia masih jauh dari harapan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks sumber Daya Manusia atau Human Capital Index (HCI) dan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI). Sebagai informasi, Indeks Sumber Daya Manusia (HCI) Indonesia pada 2022 berada di peringkat 96 dari 174 negara. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (HDI) pada 2023, Indonesia di rangking 114 dari 189 negara.

“Belum lagi competitiveness index kita juga masih rendah. Ini tantangan yang harus segera dijawab agar kita bisa mencapai high income country pada 2045,” tegas Moeldoko saat memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara (Untar), di Jakarta, Selasa (19/3).

See also  Buka Turnamen Sepak Bola Gala Kampung, Moeldoko : Indonesia Perlu Punya Liga Sepak Bola Rakyat

Moeldoko menjelaskan pemerintah telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi era bonus demografi dan disrupsi global. Yakni, dengan melakukan investasi di sektor pendidikan, pelatihan keterampilan, kesehatan, hingga menyiapkan infrastruktur inovasi. “Contohnya di sektor pendidikan, pemerintah menggelontorkan anggaran sangat besar untuk program KIP dan KIP Kuliah. Begitu juga di sektor kesehatan ada KIS,” jelasnya.

Panglima TNI 2013-2015 ini juga menyinggung persoalan ketenagakerjaan. Ia mengatakan saat ini ketenagakerjaan di Indonesia dihadapkan pada dua masalah. Yakni, tingginya kaum muda (usia 15-24 tahun) yang tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, atau mengikuti pelatihan (23,22% pada 2022), dan ketidaksesuaian keterampilan (skills mismatch) antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja.

See also  Jelang Lebaran 2022, Tokopedia Paparkan Tren Belanja dan Pertumbuhan Penjual di Seluruh Indonesia

Ketidak sesuaian keterampilan antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja, sambung Moeldoko, menyebabkan tingkat pengangguran pada lulusan SMA dan Diploma masih tinggi. “Bahkan 5,59% lulusan perguruan tinggi nganggur,” ucapnya.

Menurutnya produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu kunci untuk Indonesia Emas 2045. Untuk itu, pemerintah telah melakukan percepatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, penguatan pelatihan reskilling dan upskilling, serta integrasi softskills bagi angkatan kerja untuk mengantisipasi disrupsi. “Salah satu implementasinya yakni melalui program kartu prakerja,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo telah membangun fondasi dan peta jalan untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Pertama, pembangunan sumber daya manusia. Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Ketiga, reformasi regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Keempat, reformasi birokrasi, dan kelima, transformasi ekonomi melalui hilirisasi.

See also  Moeldoko : RS Dr.R.Hardjanto Balikpapan Bisa Menjadi Rumah Sakit Penyangga IKN

“Lima arahan Presiden Jokowi ini menjadi fondasi untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap pada 2036. Jangan sampai nasib kita sama dengan Brasil, Mexico, dan Argentina yang tidak mampu keluar dari middle income trap. Jangan sampai, jangan sampai,” serunya.**Chirs

(Visited 3 times, 1 visits today)