Moeldoko : Kinerja Ekonomi Domestik Masih Solid

0
83
Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan wisdom speech pada acara Indonesia Best 50 CEO Awards, yang digelar oleh media The Iconomis, di Auditorium LPP RRI Jakarta, Kamis (6/4). Foto : Humas

JAKARTA, Fajarbadung.com – Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyebut beberapa indikator ekonomi Indonesia menunjukkan prospek yang baik. Ia mencontohkan, pada Februari 2023, Purchasing Manajer Index (PMI) masih terjaga di zona ekspansif sebesar 51,2 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga menguat di level 122,4. Begitu juga dengan penjualan ritel yang tumbuh 2,60 persen (year on year). “Kinerja ekonomi domestik kita masih solid. Pemerintah optimis ekonomi Indonesia tumbuh lima koma tiga persen,” kata Moeldoko saat menyampaikan wisdom speech pada acara Indonesia Best 50 CEO Awards, yang digelar oleh media The Iconomis, di Auditorium LPP RRI Jakarta, Kamis (6/4).

Moeldoko mengatakan, capaian positif kinerja ekonomi domestik Indonesia tidak terlepas dari kepiawaian Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan berisiko, namun tetap memiliki kehati-hatian yang tinggi. Sehingga keberlangsungan dan ketahanan negara tetap terjaga. “Kepiawaian Presiden Jokowi mengantarkan kita melewati pandemi dan menjadi negara yang ekonominya terus tumbuh di tengah ancaman resesi global dan tekanan inflasi dunia,” ujarnya.

See also  HUT Ibu Kota Kabupaten Badung Mangupura ke-12 Diperingati Dengan Apel dan Sidang Paripurna

Pada kesempatan itu, Panglima TNI 2013-2015 ini juga mengingatkan soal fenomena penyusutan globalisasi (diminishing globalisation) dan digitalisasi melesat (rising digitalization). Kedua paradigma tersebut, menurut Moeldoko, berpengaruh pada perkembangan perekonomian nasional ke depan. Di mana telah terjadi disrupsi, pergeseran pasar, perubahan perilaku konsumen, dan persaingan bisnis yang semakin ketat.

Selain itu, sambung Moeldoko, terjadi percepatan transformasi digital di seluruh Indonesia. Pemerintah memperkirakan ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh hingga delapan kali lipat di tahun 2030, dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun. “Ke depan pemimpin harus menguasai digital leadership. Sebuah studi menyebutkan, perusahaan dengan digital leadership mampu mencapai kinerja keuangan lebih baik, keterlibatan karyawan lebih dalam, dan budaya inklusifitasnya beragam,” pungkas Moeldoko.**Chris

(Visited 1 times, 1 visits today)