BALI PARIWISATA

Pariwisata Bali tidak Ditutup Akibat Korona

DENPASAR, Fajarbadung.com – Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan, pariwisata Bali tidak akan ditutup walau Bali ini sudah siaga Korona. Hal ini disampaikan oleh Koster di Denpasar, Senin (16/3). Menurut Koster, ada banyak sekali pertimbangan atau alasan kenapa pariwisata Bali tidak ditutup. Salah satunya adalah karena Bali ini pariwisata internasional dan merupakan jantung ekonomi Bali. Lagi pula, untuk konteks Bali, menutup kunjungan wisata itu akan berdampak sangat besar bukan hanya dari sisi ekonomi tetapi seluruh persoalan sosial politik lainnya. “Kami pastikan tidak akan menutup kunjungan wisata. Baik itu destinasi maupun para wisatawan baik dari domestik maupun mancanegara. Bali tetap akan buka kunjungan wisata,” ujarnya.

Sekalipun tidak menutupi pariwisata di Bali, Koster memastikan jika destinasi wisata itu merupakan salah satu bagian dari pusat keramaian yang dilarang selama 14 hari ke depan. Larangan itu tersurat dalam edaran gubernur soal Bali Siaga Bencana Korona. “Destinasi wisata kan termasuk yang ramai juga. Jadi itu termasuk bagian dari larangan bepergian ke tempat ramai atau menghindari keramaian agar tidak banyak orang berkontak langsung. Namun untuk menutup Bali maka kita harus kembali ke kebijakan negara atau pusat. Pusat tidak menutup Bali karena Bali adalah pusat pariwisata dunia dan urusan perhubungan transportasi udara kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Koster juga melarang masyarakat Bali untuk mendatangi keramaian lainnya seperti pusat perbelanjaan atau mall. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam Pidato yang disampaikan tanggal 15 Maret 2020, menghimbau agar masyarakat secara bersama-sama melakukan Social Distancing Measure pada hari-hari ke depan, yaitu menjaga jarak antar warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dan jangan bepergian ke luar kota/ pulang kampung. Hal-hal yang perlu dilaksanakan antara lain jangan keluar rumah bila tidak sangat perlu, kerjakan pertemuan secara jarak jauh. Hindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi wahana penularan dan tunda semua kegiatan pengumpulan orang banyak.

Terkait kegiatan keagamaan sebisanya dilakukan di rumah saja dan diupayakan tidak mengumpulkan orang banyak Tunda kegiatan resepsi dan keramaian. Orang tua mengingatkan anak-anak supaya tidak bepergian. Kebijakan tidak melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara konvensional bukan berarti libur, semata-mata untuk kebaikan bersama dan menghindari interaksi dengan orang lain atau orang banyak
Usahakan tidak bepergian ke luar kota / kampung. Apabila mengalami gejala batuk, flu dan demam segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi call center 0361-251177 atau whatsapp 0857-9224-0799. Masyarakat Bali tidak usah khawatir, tidak panik, tetap tenang dan waspada.(axelle dae/fb).

(Visited 1 times, 1 visits today)
error: Content is protected !!