Pemkot Kota Bitung Sulawesi Utara Belajar Tata Cara Penyertaan Modal di DPRD Badung

0
68
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung Nyoman Satria (pakaian adat Bali ) saat menerima rombongan studi banding Pansus Penyertaan Modal dari Pemkot Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (7/12/2023). Foto : Dok - Ist

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung Nyoman Satria mengatakan, DPRD Kabupaten Badung menerima rombongan studi banding Pansus Penyertaan Modal dari Pemkot Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (7/12/2023). Menurut Satria, rombongan Pansus Penyertaan Modal Pemkot Bitung belajar di Pemkab Badung Karana sudah terbukti melakukan penyertaan modal di beberapa sektor usaha yang ada di Badung dan Bali umumnya. “Kami sudah menjelaskan soal penyertaan modal di Badung kepada rombongan yang ada,” ujarnya.

Satria melanjutkan, untuk di Kabupaten Badung, penyertaan modal dilakukan di Perumda Pasar, Perumda Air Minum, PT Jasa Marga Bali Tol, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida), BPD Bali. “Untuk di Kabupaten Badung, penyertaan modal di beberapa tempat atau 5 tempat. Kami sudah sudah menjelaskan bagaimana kiat-kiat, bagaimana untung ruginya. Yang jelas, kami sebagai anggota dewan harus keras, kritis terhadap semua perusahaan daerah. Kalau mereka tidak mampu sesuai dengan apa yang mereka janjikan saat fit and proper test maka kita harus mundur,” ujarnya. Selain itu para unit usaha tersebut harus bisa mengurangi pegawai atau karyawan yang seperti pengangguran terselubung. Sebab ini tidak efektif dan berpotensi rugi. Di PD Pasar misalnya, awalnya jumlah karyawan 300 lebih orang, sekarang tinggal di bawah 200 orang.

See also  Sekda Badung Adi Arnawa Terima Audiensi PLN UP3 Bali Selatan

Para perusahaan daerah tersebut diberikan hak monopoli secara lisan atau tidak tertulis. Biasanya ini dikoordinasikan dengan transparan kepada stakeholder terkait lainnya. Misalnya ada perusahaan daerah yang menjual beras kepada PNS. Mereka akan mendapatkan keuntungan dari hasil jual beras tersebut. Di BPD Bali juga sama. BPD Bali mendapat deviden yang tinggi dan Badung terus melakukan penyertaan modal disana. Saat ini PAD Badung sudah sangat tinggi yakni sekitar Rp 7 triliun. Saat ini Badung dapat dividen dari BPD hampir Rp 800 miliar lebih. Dari total penyertaan modal sebanyak Rp 2 triliun lebih selama 10 tahun. Makanya penyertaan modal di BPD akan terus dilakukan. Inilah pendapatan Badung.*Chris

(Visited 6 times, 1 visits today)