Pemprov Bali Biayai Kuliah 1.450 Mahasiswa, Total Anggaran Capai Rp9,7 Miliar

0
308
FOTO : Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui di jaya sabha, Senin, 29/7/2025.

DENPASAR, Fajarbadung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menanggung biaya pendidikan dan hidup bagi 1.450 calon mahasiswa dari 28 perguruan tinggi dalam program satu keluarga satu sarjana. Program ini mencakup 8 perguruan tinggi negeri dan 20 perguruan tinggi swasta di Bali.

“Untuk tahap pertama ini, kuotanya 1.450 mahasiswa. Mereka akan diterima sesuai kriteria pilihan perguruan tinggi dan program studi masing-masing,” ujar Koster saat ditemui di jaya sabha, Selasa, 29/7/2025.

Pemprov Bali hanya membebankan biaya kuliah sebesar Rp1 juta per semester untuk setiap mahasiswa.

Biaya ini jauh lebih ringan dibandingkan biaya normal dan sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapat bantuan biaya kos sebesar Rp1,4 juta per bulan hingga maksimal 8 semester, tergantung jenjang studi (D1, D2, hingga D4).

See also  Kapolres Tabanan Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Lempuyang 2020

Karena perguruan tinggi swasta baru memulai kuliah pada bulan September, maka pada tahun anggaran 2025, Pemprov Bali akan menanggung biaya selama 4 bulan, yakni dari September hingga Desember.

Jika seluruh kuota terserap, total anggaran yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp9,7 miliar.

“Biaya itu sudah mencakup kebutuhan kos dan makan minum. Program ini benar-benar gratis bagi mahasiswa, bahkan tidak dikenakan biaya pembangunan yang biasanya dibebankan perguruan tinggi,” jelasnya.

Prioritas utama program ini diberikan kepada warga kurang mampu dan keluarga yang belum memiliki sarjana. Penanganan teknis program dilakukan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat bersama Dinas Sosial.

“Prioritas yang miskin dulu, sudah itu yang belum ada sarjana di kleuarga”, ujar koster

See also  SMSI Denpasar Dorong Solusi Terintegrasi Atasi Kemacetan Kota

Ke depan, program ini akan diperluas. Pada 2026, seluruh kabupaten/kota di Bali akan dilibatkan untuk ikut menanggung biaya pendidikan, sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Saat ini, baru Kabupaten Gianyar yang aktif menjalankan program tersebut.

“Baru Gianyar yang menjalankan program ini. 2026 semua kabupaten/kota harus laksanakan, apakah 100 mahasiswa atau 200 sesuai kemampuan fiskal”, pungkasnya.(FB007)

(Visited 3 times, 1 visits today)