BALI

Perekonomian Bali Stabil di Tahun 2019

DENPASAR, Fajarbadung.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) bertema “Sinergi, Transformasi dan Inovasi Menuju Indonesia Maju” pada Senin 16 Desember 2019 di Grha Tirta Gangga, Gedung BI Denpasar.

Acara yang merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia ini untuk memberikan gambaran dan pandangan bank sentral selaku otoritas moneter, mengenai hasil asesmen ekonomi terkini untuk tahun berjalan.

Acara ini juga membahas tantangan dan potensi ekonomi ke depan, baik pada tingkat Global, Nasional dan Regional Bali serta bauran kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam pertemuan itu mengemuka bahwa kondisi perekonomian Bali yang stabil di tahun 2019 dengan bukti kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bali sangat baik.

Penegasan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho dengan mengungkapkan data bahwa tingkat pengangguran di Bali merupakan yang terendah di Indonesia dan berada di bawah pengangguran nasional yang sebesar 5,28%.

“Sementara di tahun 2019 kesejahteraan di Provinsi Bali sangat baik. Hal ini tercermin dari tingkat kemiskinan merupakan yang terendah kedua secara nasional setelah DKI Jakarta dan berada di bawah nasional yang sebesar 9,41%,” ujar Trisno Nugroho.

Dikatakan Trisno, tahun 2020, sinergi dan kerja sama, baik itu sinergi dalam pengendalian inflasi, sinergi untuk mendukung UMKM akan terus ditingkatkan dalam upaya mendorong peningkatan kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Sinergi, transformasi dan inovasi merupakan tiga kata kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelas Trisno lagi yang juga didampingi Anggota Komisi XI DPR RI IGA Rai Wirajaya.

Trisno juga mengajak kalangan perbankan di Bali bergerak membantu UMKM sehingga perekonomian bisa tumbuh lebih cepat. Terkait kunjungan wisman ke Bali diharapkan bisa sesuai harapan. Hingga Oktober 2019, wisman ke Bali sudah di atas 5,2 juta orang.

Sementara Gubernur Bali dalam sambutannya yang diwakili Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati optimis di tahun 2020, tingkat inflasi akan tetap terkendali meskipun tantangan dalam bidang ekonomi kedepannya semakin kompleks.

Wagub juga menyampaikan berbagai langkah telah dilakukan pemerintah dalam upaya menjaga laju inflasi diantaranya membangun sistem distribusi dengan perbaikan infrastruktur jalan raya, pelabuhan serta pembangunan sarana penunjang lainnya.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga terus meningkatkan sinergi dengan semua stakeholder dalam upaya menjaga laju inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali,” paparnya.

Dikatakan, tahun 2019 ini pertumbuhan ekonomi Bali masih tetap kuat, dan di tahun 2020 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dalam kisaran 5,70%-6,10%. Ke depan sinergitas, transformasi dan inovasi terus kita lakukan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,“ imbuhnya.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan perkembangan teknologi digital telah banyak mengubah perilaku manusia seiring semakin besarnya populasi milenial. Konsumen menuntut produk yang murah, cepat dan sesuai selera. Untuk itu sinergi, transformasi dan inovasi adalah tiga kunci untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan menuju Indonesia maju. Ke depan perlu dibangun sistem keuangan digital di samping dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.

Dikatakan juga oleh Wagub, capaian indikator ekonomi Bali tersebut menunjukkan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota telah mampu memberikan bukti yang nyata terhadap perkembangan ekonomi daerah.

Pelaksanaan program kerja pemerintah yang dilaksanakan secara terpadu dan holistik oleh OPD terkait, telah berhasil mendorong tetap kuatnya daya ungkit ekonomi Bali pada tahun 2019.

Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota telah berupaya mendorong peningkatan produksi pertanian dalam arti luas, sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pemenuhan kebutuhan pangan strategis di Bali. Melalui program ini, Pemerintah Daerah di wilayah Bali berupaya untuk meningkatkan tingkat produktivitas petani, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, termasuk
.
Pertemuan Tahunan ini selain dihadiri okeh Wagub Provinsi Bali, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, perwakilan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali, Perwakilan Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), perwakilan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Bali, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusra, perwakilan Bupati se-Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Bali, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Bali, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi BaliKepala Perum Bulog Provinsi Bali, Para Akademisi dari perguruan tinggi Negeri maupun Swasta yang ada di Wilayah Bali, Sejumlah Direksi dan Pimpinan Perbankan di Provinsi Bali dan perwakilan sejumlah instansi lainnya.(anya/fb)

error: Content is protected !!