DENPASAR, Fajarbadung.com – Persatuan Tinju Amatir Indonesia ( Pertina) Provinsi Bali, resmi mengirimkan 7 atlet terbaiknya untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kerjunas) Tinju Amatir 2026 di Jakarta mulai 19 -25 Oktober 2026.
Atlet yang mewakili Bali dalam Kejurnas tersebut antara lain Michele Robertha Bria, satu -satunya petinju wanita yang akan turun di kelas 48 kg/Junior, Edijon Kupeilang kelas 48 kg/Youth, Komang Dimas Meishwara Adi Putra kelas 57 kg/Youth, I Komang Bayu Prateka Putra kelas 71 kg/Youth, I Bagus Agng Tristan Abhirama kelas 86 kg/Elite, I Komang Melvin Saga Santana kelas 46 kg/Junior, dan Muhammad Rayhan Maulana di kelas 51 kg/Youth. Ketujuh atlet yang mewakili Bali ini akan didampingi 2 pelatih Julia Bria dan Ricki Lopo, dan Manajer Tim Ryan Gadja.
Sekretaris Pertina Bali, Charlie Usfunan menyampaikan harapanya agar atlet binaanya dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi dan pengalaman yang gemilang.
Kami berharap atlet yang dikirim mampu meraih prestasi terbaik dan menjadi petinu masa depan yang di perhitungkan di kancah Nasional dan mengharumkan nama daerah,” ujar Charlie Usfunan, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, kejuaraan nasional ini untuk meningkatkan prestasi atlet di tingkat daerah maupun nasional, jadi ajang seperti ini sangat di perlukan untuk meningkatkan jam terbang atlet/pengalaman atlet agar kedepannya mereka sudah siap bersaing saat pertandingan di kejuaraan daerah nasional dan internasional kedepannya.

” Jadi pesan kami kepada atlet adalah tunjukan semua kemampuan saat bertanding dan berikan yang terbaik harumkan nama Pertina Bali. Ia menegaskan soal juara/mendali itu adalah bonus dari hasil kerja keras atlet iu sendiri. Selama ini, kami mengajarkan kepada para atlet untuk displin dalam berlatih dan harus jadilah kesatria di atas ring maupun di luar ring artinya apapun hasilnya tetap junjung tinggi sportifitas sesama atlet,”jelas Charlie Usfunan yang berprofesi sebagai Pengacara ini.
Keikutsertaan atlet asal Bali di ajang Kejurnas ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga tinju daerah, sekaligus pembuktian bahwa Bali mampu melahirkan petinju berpotensi yang siap bersaing dengan petinju daerah lainya.(Chris)


















