PPTI Badung Siap Berperang Bebaskan Badung dari TBC Tahun 2030

0
154
Keterangan foto: dari kiri ke kanan: Sekwan Badung, I Gusti Agung Made Wardika,  I Nyoman Gunarta (Wakil Ketua PPTI Kabupaten Badung), I Made Suwadera (Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Badung).

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Perhimpunan Pemberantas Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Badung Bali bersama pemerintah setempat dan Konsorsium Penabulu Stop TB Partnership Indonesia (STPI) saat ini siap berperang untuk membebaskan penyakit TBC di Kabupaten Badung pada tahun 2030.

Wakil Ketua PPTI Kabupaten Badung I Nyoman Gunarta saat ditemui dalam jumpa awak media di Darmasaba Badung, Rabu (29/11/2023) mengatakan, PPTI bersama pemerintah setempat dan stakeholder terkait lainnya sejauh ini sudah berupaya dengan sangat kuat tenaga untuk membebaskan Badung dari TBC di tahun 2030 nanti. “Sosialisasi, edukasi tentang TBC, bagaimana pencegahan, pola hidup sehat, membangun lingkungan tempat tinggal yang sehat, makanan yang sehat, pengobatan gratis, pengawas minum obat sudah dilakukan secara berkala. Kami hampir turun di semua desa dan banjar di Kabupaten Badung untuk berbicara hal ini. Kami berharap dengan kerja keras ini maka tahun 2030 Badung sudah bebas TBC,” ujarnya.

Menurut Gunarta, kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk berperang melawan TBC di Badung. Secara global, Indonesia selalu masuk dalam daftar tiga negara dengan beban TBC terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada Global Tuberculosis Report (GTR) 2022 mencatat bahwa terdapat 969.000 kasus tuberkulosis (TBC) baru di Indonesia dan menempatkan sebagai negara kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Bisa diperkirakan setiap menit dua orang di Indonesia sakit TBC. Sementara sebanyak 443.235 kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan, sedangkan 525.765 kasus belum ditemukan dan dilaporkan. Hal inilah yang menjadi salah satu sumber penularan yang ada di masyarakat.

See also  Sendi Sanjaya: Lelang Eksekusi Hotel Kuta Paradiso Harus Dilaksanakan

Sedangkan di Kabupaten Badung, pada tahun 2022 diperkirakan terdapat 1.733 kasus TBC. Pada tahun 2022 berhasil menemukan 563 kasus TBC (32%) , TBC RO sebanyak 2 kasus, dan 22 kematian kasus TBC. Dari data tersebut terlihat masih ada kesenjangan antara estimasi kasus TBC dengan kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan. Pada tahun 2023 diperkirakan terdapat 1322 kasus TBC dan terduga TBC sebanyak 7.139. Kuartal 3 tahun 2023 telah ditemukan 544 kasus TBC (41%), penemuan terduga sebanyak 5.523 (77%) , dan 29 kematian kasus TBC.

Pihak lain yang cukup berperan penting adalah Konsorsium Penabulu STPI. Penabulu sebagai penerima dana hibah dari The Global Fund penanggulangan TBC di Indonesia, telah mempercayai PPTI Badung untuk membentuk sub-sub Recipient (SSR). Sekarang dikenal menjadi SSR PPTI Cabang Badung dalam implementasi program penanggulangan TBC di Kabupaten Badung. SSR PPTI Cabang Badung memiliki pelaksana program dan kurang lebih 34 Kader. Para kader ini berperan dalam menemukan kasus Tuberkulosis melalui kegiatan investigasi kontak, penemuan, pendampingan dan pelacakan pasien Lost to Follow Up (LTFU). “Kader mendampingi dari awal pemeriksaan sampai dengan pengobatan hingga tuntas. Seluruh pengobatan diberikan gratis,,” ujarnya.

See also  Diskop UKM dan Perdagangan Badung Gelar Pelatihan SDM Koperasi

Konsorsium Penabulu STPI Provinsi Bali, Kabupaten Badung telah melaksanakan program ini kurang lebih selama 3 tahun. Komunitas ini membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dalam penanganan Tuberkulosis. Pada tahun 2021 berhasil merujuk 448 terduga TBC dan menemukan 27 kasus baru. Pada tahun 2022 berhasil merujuk 1.824 terduga TBC dan menemukan 58 kasus baru TBC. Per bulan oktober tahun 2023 telah merujuk 2.502 terduga TBC dan menemukan 78 kasus baru TBC.

TBC tidak bisa hanya ditangani oleh Dinas Kesehatan dan Sektor Kesehatan saja, melainkan harus bersama-sama dengan lintas sektor baik itu dari legislative, eksekutif dan juga masyarakat untuk bisa membantu menanggulangi TBC di Kabupaten Badung untuk mewujudkan program eliminasi TBC 2030. Waktu yang tersisa ini tinggal menerapkan strategi – strategi yang telah disepakati saat pertemuan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung maupun Komunitas Penabulu.

Sekwan Badung I Gusti Agung Made Wardika mengatakan, keberpihakan pemerintah di Badung terhadap pemberantasan TBC sudah sangat jelas. Apa pun yang dilakukan untuk memberantas penyakit TBC sudah pasti didukung. “Hari ini kita akan membeberkan data kolaborasi antara PPTI, Dinkes Badung beserta Konsorsium Penabulu tentang berbagai upaya sosialisasi, edukasi, TBC di Badung. Ini bukan pernyataan bersama, tetapi lebih kepada kolaborasi. Yang baik baik bagi masyarakat harus cepat dikerjakan secara bersama sama. Tahun 2030, TBC di Badung Bali sudah tereliminasi,” ujarnya

See also  Bupati Giri Prasta Pantau Penyaluran BLT di Kuta Utara

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Badung I Made Suwadera memberikan apresiasi yang tinggi kepada PPTI Kabupaten Badung bersama Konsorsium Penabulu atas kerjasamanya untuk memberantas TBC di Badung Bali. “PPTI ini memang organisasi nirlaba tetapi sudah bekerja keras di Badung untuk mengeliminasi TBC di tahun 2030. Kami berkolaborasi dengan baik untuk tujuan yang sama,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah siap bekerjasama untuk eliminasi TBC di Badung. Sampai saat ini sudah ada 10 desa di Badung yang sudah memiliki nomenklatur sendiri tentang TBC. Sisanya sudah diatur dalam aturan umum dalam pencegahan dan pemberantasan Aids, TBC, malaria dan Stunting atau yang biasa disingkat ATM’S. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan sebagaimana mestinya dan tahun 2030 Badung mampu eliminasi TBC.*Arnold

(Visited 11 times, 1 visits today)