NUSANTARA

Presiden Jokowi : Dengan Nama Tuhan, Saya Meresmikan Bendungan Rotiklot Di Kabupaten Belu – Provinsi NTT

Atambua, Fajarbadung.com – Sekitar pukul 14:55 Waktu Indonesia bagian Tengah, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot dengan didampingi oleh Menteri PUPR RI, Menteri Sekertaris Negara RI, Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT dan Bupati Belu, Senin (20/05/2019).

Pantauan awak media ini, sekitar pukul 14:25 WITA, Presiden Jokowi tiba di lokasi Bendungan Rotiklot di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Presiden Jokowi dan rombongan pun langsung disambut oleh tarian likurai oleh para penari dan digiring menuju tenda utama yang berada tepat depan tempat penampungan air Bendungan Rotiklot.

Sesudah memasuki tenda utama, Presiden Jokowi bersama rombongan dan tamu undangan menyanyikan secara bersama lagu Kebangsaan, Indonesia Raya.

Selanjutnya diikuti acara peresmian Bendungan Rotiklot dengan terdahulu Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo mendapatkan sambutan Wakil Gubernur NTT Josef Nai Soi sebagai Pimpinan Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Presiden Republik Indonesia, Jokowi saat hendak meresmikan Bendungan Rotiklot mengatakan bahwa peresmian ini dilakukan atas nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang sehingga bisa berguna bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di kabupaten Belu dan daerah sekitarnya.

“Saya ucapkan bismillahirrohmanirrohim dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saya resmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur,” demikian ungkap Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Rotiklot.

Peresmian Bendungan Rotiklot Di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu ini dilakukan dengan memencet tombol sirine dan penandatanganan prasasti.

Sementara dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan air sangat diperlukan untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur sehingga Bendungan Rotiklot yang dibangun tiga tahun ini dapat berguna untuk jangka yang sangat panjang.

“Yang terakhir saya berharap Bendungan Rotiklot yang dibangun dalam waktu 3 tahun ini, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Belu dan daerah sekitarnya baik untuk 50 tahun kedepan atau mungkin 100 tahun ke depannya,” pungkas Presiden Joko Widodo.

Untuk diketahui bahwa Bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pada periode 2015-2019. Groundbreaking (peletakan batu pertama) Bendungan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015.

Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp 496 miliar.

Manfaat Bendungan Rotiklot ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Bendungan Rotiklot juga berfungsi mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan namun intensitasnya tinggi. (Rny/Fjb)

error: Content is protected !!