Putu Parwata: Pegadaian Jadi Motor Penggerak Ekonomi Melalui Kredit UMKM Tanpa Bunga

0
388
AUDIENSI. Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menerima audiensi dari PT Pegadaian (Persero) Bali, Rabu (23/6/2021). Foto : Tim

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima audiensi dari PT Pegadaian (Persero) Bali, Rabu (23/6/2021). Sementara dari PT Pegadaian (Persero) hadir unsur pimpinan, marketing dan staf lainnya. “Hari ini kami menerima dari pimpinan Pegadaian Cabang Utama Bali. Mereka menyampaikan beberapa produk PT Pegadaian yang perlu disosialisasikan Jadi kalau dulu orang mengenalnya hanya terima barang, seperti emas, tapi sekarang ada berbagai produk atau multi produk yang mereka jalankan untuk bersinergi dengan masyarakat,” ujar Parwata.

Menurut Parwata, ada beberapa program yang sangat penting atau yang diberikan kepada masyarakat. Dan yang menarik adalah memberikan modal UMKM Rp500.000 itu tanpa bunga. Ini peluang bagi masyarakat di Kabupaten Badung untuk menghidupkan UMKM-nya, industri kreatifnya, dengan modal yang tidak memberatkan, tanpa bunga.

See also  Geger! Dikira Boneka, Ternyata Jasad Bayi di Got Denpasar

Modal ini bisa dijalankan oleh para pedagang tipat, nasi bungkus, kopi, dan seterusnya. Ini bisa kita dorong untuk masyarakat di Bandung ini menggunakan jasa dari Pegadaian. “Kita sosialisasikan supaya masyarakat paham dan memahami bahwa Pegadaian bukan hanya menggadaikan barang, bukan hanya meminjamkan dari gadai saja, tapi dia memfasilitasi masyarakat khususnya di era ini untuk memberikan relaksasi,” ujarnya.

Jadi kalau ada yang meminjam kemudian dengan bunga yang rendah dan diberikan relaksasi satu sampai dua bilang baru membayar cicil tanpa bunga. Ini sangat diperlukan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di Badung. “Inilah yang kami dorong supaya Pegadaian mensosialisasikan terus program-programnya kepada masyarakat dan masyarakat dapat difasilitasi dan ditolong untuk membangkitkan UMKM Kabupaten Badung, karena tidak ada jaminan, tidak ada bunga. Tapi jangan dipakai untuk beli baju atau berfoya-foya lainnya, atau bayar utang. Jangan meminjam tanpa bunga tapi hanya untuk membayar hutang atau untuk konsumsi yang lainnya, tapi gunakanlah pinjaman ini sebaik-baiknya untuk kemajuan ekonomi. Semua masyarakat bisa pinjam tapi harus menunjukkan itikad baik bahwa ini memang untuk usaha,” ujarnya.(cv/tim)

(Visited 8 times, 1 visits today)