Tanggapi Survei Litbang Kompas, KSP : Pemerintah Buktikan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Sosial

0
197
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo. Foto : Dok - Humas

JAKARTA, Fajarbadung.com – Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang kesejahteraan sosial meningkat. Survey Litbang Kompas pada Desember 2023, menunjukkan 80,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah di bidang kesejahteraan sosial. Angka kepuasan di bidang ini yang tertinggi selama pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Peningkatan ini tidak terlepas dari peningkatan akses perlindungan sosial di Indonesia,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo, menanggapi hasil survei Litbang Kompas, di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (13/12).

Abraham meyakini masyarakat bisa melihat bagaimana pemerintahan Presiden Jokowi secara konsisten terus bekerja memastikan peningkatan akses setiap warga negara terhadap perlindungan sosial. Seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan bantuan sosial. “Sehingga menjadi wajar jika kepuasan dari masyarakat juga meningkat,” ujarnya.

Abraham mencontohkan akses pelayanan kesehatan. Data per 1 Desember 2023, sebut dia, sudah ada 266 juta warga Indonesia atau 95,98% dari total penduduk yang menjadi peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) di BPJS Kesehatan. “Ini artinya hampir seluruh warga negara tidak lagi takut pergi ke dokter karena kendala biaya,” ucapnya.

See also  Bali Juarai Lomba Inovasi Daerah Tatanan New Normal

Contoh lain, tambah Abraham, di bidang pendidikan, di mana terdapat 12,6 juta siswa menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) sejak tahun 2014, dan 600 ribu lebih mahasiswa merasakan manfaat program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Data ini menunjukkan hampir seluruh anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan formal.

Lebih lanjut, Ia mengatakan peningkatan kesejahteraan sosial juga dirasakan warga miskin. Hal ini terlihat dari data persentase penduduk miskin ekstrem yang mengalami penurunan siginifikan, dari 6,2 persen pada 2013 menjadi 1,1 persen pada 2023. Menurut Bram sapaan Abraham, capaian tersebut tidak terlepas dari program Kartu Sembako yang diberikan kepada 18,8 juta keluarga, Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga, Program Bantuan Beras kepada 21,3 juta keluarga, dan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino kepada 18,8 juta keluarga.

See also  Di Depan Pengurus PWI Jakarta, Moeldoko Mengaku Pernah Kelabakan Hadapi Media

“Juga ada program BLT Dana Desa sebesar tiga ratus ribu rupiah per bulan untuk masyarakat desa yang dinilai masih layak mendapatkan bansos dari Dana Desa,” terangnya.

Abraham menegaskan peningkatan akses perlindungan sosial tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bansos berupa materi. Pemerintah juga memiliki program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang memberikan pendampingan, bantuan modal, dan pelatihan usaha bagi warga miskin sehingga bisa meningkatkan taraf hidup mereka. “Bukan sekedar memberikan ikan, tapi juga kail,” tegasnya.

Tak cukup sampai di situ, dari sisi perlindungan sosial ketenagakerjaan, pemerintah terus mendorong agar seluruh stakeholder dari tingkat pemerintah provinsi/kabupaten/kota, perusahaan, UMKM, dan perguruan tinggi untuk melindungi seluruh pekerjanya dengan mengikutsertakan ke program jaminan sosial ketenagakerjaan. Di mana Per Desember 2023, sudah ada 39 juta pekerja yang menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan.

See also  Wayan Suyasa Dinobatkan SebagaiTokoh Motivator dan Inspirasi Negeri 2023

Abraham menilai pengurangan beban warga miskin hasil dari kerja-kerja seluruh pihak, baik kementerian/lembaga di pusat, pemerintahan daerah, dan seluruh elemen masyarakat. “Kerja-kerja gotong-royong yang nyata dan berkeadilan sosial seperti inilah yang harus terus berlanjut,” pungkasnya.**

(Visited 6 times, 1 visits today)