Terkait Adanya Helipad di tengah Sawah Jatiluwih, Manager DTW: Itu Tanah Lapang Tempat Gathering Dan Wedding

0
267
FOTO : Manager DTW Jatiluwih I Ketut John Purna.

TABANAN, Fajarbadung.com – Informasi terkait adanya helipad di tengah sawah Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih Penebel Tabanan Bali ditanggapi Manager DTW Jatiluwih I Ketut John Purna. Ia menyampaikan lapangan tempat helikopter mendarat merupakan tanah lapang tempat gathering dan wedding. Tak ada tanda H sebagai simbol Helipad mendarat dan lepas landas helikopter. Dan lokasinya jauh sekitar 4 km dari wajah depan kawasan DTW Jatiluwih.

Menurut dia, tak ada larangan helikopter turun di tanah lapang. Lokasi itu juga lahan pribadi milik I Ketut Purna yang dimanfaatkan untuk pendaratan helikopter.

“Memang ada tempat helikopter mendarat tapi jauh dari muka (wajah depan) Jatiluwih. Kira-kira empat kilometer,” katanya.

Ia tak menampik lokasi pendaratan helikopter itu berada di kawasan Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia (WBD) yang diakui UNESCO.

See also  Gubernur Koster Paparkan Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor

“Ini saya bangun ditanah saya sendiri di kawasan saya sendiri, seluas 20 hektar. Ini saya sudah kontribusikan 5 hingga 10 persen kepada banjar tempat tinggal saya (banjar Kesambi Jatiluwih). Dan harus diketahui bahwa tidak ada tulisan H di sana,” jelas Ketut Purna.

Menurut dia, tempat yang dijadikan lokasi pendaratan helikopter tersebut sering digunakan untuk gathering, wedding dan kegiatan lain sebagainya.

“Lokasinya terbuka berumput hijau, dan tak ada tulisan H,” katanya.

Menurut dia, DTW jatiluwih juga butuh sesuatu yang berbeda dari DTW lainnya di Bali. Pelayanan di sana harus ditingkatkan bagi semua kalangan wisatawan yang ingin menikmati subak dan sawah terasering. Layanan helikopter ini juga untuk mengakomodir tamu VIP yang mendadak urgent harus kembali dalam waktu cepat ke bandara.

See also  Koperasi Pengayoman Pegawai Rutan Bangli Gelar RAT, Kesejahteraan Anggota jadi Prioritas

“Seandainya kemarin ada tamu VIP yang datang dan dia harus urgent pulang cepat ke airport, ya datang helikopter kesana (Jatiluwih) untuk jemputnya,” jelasnya.

Ia juga menyebut tetangga dan warga di sana tak pernah terganggu dengan keberadaan tanah lapang tersebut. Ia mengakui ada restoran di sana yang dibangun di ladang pribadi.

“Restoran benar ada, tapi restoran bukan di sawah tapi di ladang saya,” ujarnya.

Dengan nada bercanda ini menyampaikan, tak ada larangan jika
helikopter turun atau mendarat di lapangan umum atau lokasi terbuka yang memungkinkan.

“Saya pikir tak ada salah jika helikopter turun di lapangan luas seperti di lokasi lainnya di Bali,” katanya.(*)

(Visited 14 times, 1 visits today)