Transisi Pendidikan Paud-SD, Disdikpora Badung Gelar Sosialisasi

0
202
Seminar penguatan masa transisi belajar dari Paud-SD di Ruang Rapat Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung. FOTO - KOMINFO BADUNG

MANGUPURA, FAJAR BADUNG – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Senin (13/6), menggelar seminar penguatan masa transisi belajar dari Paud-SD. Seminar ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengangkat tema ‘Diseminasi penguatan Transisi Paud – SD Yang menyenangkan’.

Seminar ini diikuti  150 guru SD dan 100 guru Paud dan dilaksanaan di Ruang Rapat Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikpora Badung Rai Twistyanti Raharja mengatakan, pelaksanaan seminar ini karena maraknya pandangan yang kurang tepat terkait transisi siswa dari Paud ke SD. Berkembang informasi bahwa  para siswa harus bisa membaca saat sudah masuk ke SD sehingga Kemendikbud mengeluarkan program-program salah satunya adalah seminar transisi tersebut.

See also  Presiden Jokowi akan Buka KTT AIS Forum Hari Ini

“Jadi nanti anak-anak saat dari Paud ke SD akan diberikan waktu dua minggu untuk masa transisi. Ini adalah untuk anak-anak tidak langsung belajar dari buku, tapi anak-anak belajar baca tulis yang lebih menyenangkan. Begitu juga di Paud anak-anak akan diajarkan sesuai dengan usianya jadi tidak memaksa yang penting anak-anak memiliki pondasi untuk penguatan karakter pada anak-anak,” ujar Rai Twistyanti.

Lebih lanjut Rai menjelaskan  kegiatan tersebut juga merupakan lanjutan dari program sebelumnya dimana pelatihan diberikan kepada guru-guru dan sosialisasi kepada Kepala Sekolah.

“Setelah ini akan dilanjutkan dengan program road show ke masing-masing kecamatan dengan target bukan hanya guru saja, tapi juga orang tua akan diberikan pemahaman supaya kita semua berada pada halaman yang sama. S

See also  Mudahkan Pemantauan, Badung Siapkan Tempat Isolasi Terpusat

ama-sama memahami apa sih esensi Transisi Paud-SD,” jelasnya seraya berharap para guru dapat menyampaikan kepada masyarakat terkait adanya program tersebut.

Kabid Pendidikan Paud dan PNF, Disdikpora Badung, Wayan Wirawan menjelaskan, pendidikan kepada anak-anak di tingkat Paud adalah membangun kemampuan pondasi. Meliputi kemampuan sosial emosional, literasi dan numerasi dasar, memiliki ahlak dan moral, bernalar kritis, serta memiliki wawasan cara berkomunikasi dengan orang lain.

“Itulah yang paling penting dibangun. Ketika nanti di SD, kelas I dan II itu masih dalam masa transisi mereka masih diajarkan bagaimana ketika di Paud anak-anak menyesuaikan,” jelas Wirawan.

Pihaknya pun berharap guru SD kelas I dan II dapat untuk mengintegrasi pembelajaran awal. Bukan serta merta siswa diajarkan secara langsung seperi di kelas lainnya. Para siswa diberikan pembelajaran dengan cara bermain atau bercerita.

See also  TPID Badung Siap Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Galungan dan Kuningan

“Itu tujuan kita melakukan transisi dari Paud-SD ini. Dan kemudian di masyarakat tidak ada lagi miss konsepsi, baik dari orang tua, pemerhati pendidikan, atau yayasan,” imbuhnya.***ADV

(Visited 18 times, 1 visits today)