Universitas Dwijendra Gelar Bersih-Bersih di Pantai Petitenget

0
577
BERSIH PANTAI. Wabup Ketut Suiasa saat mengikuti aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara dan Pantai Dreamland Pecatu Kuta Selatan, Minggu (24/1). FOTO - HUMAS BADUNG

PETITENGET, FAJARBADUNG.COM – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Civitas Akademika Universitas Dwijendra (Undwi) menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Minggu (24/1).

Aksi pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di sepanjang Pantai Petitenget hingga Seminyak yang didukung pula oleh petugas kebersihan dari Dinas LHK Badung.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan I Wayan Puja, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kelod Made Wistawan, Bendesa Adat Kerobokan AA. Putu Sutarja serta jajaran Civitas Akademika dan mahasiswa Universitas Dwijendra.

Usai di Petitenget, Wabup Suiasa langsung meluncur ke Pantai Dreamland Pecatu juga dalam mendukung aksi bersih pantai yang dilaksanakan oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), RAPI dan komunitas hotel.

Wabup Suiasa yang juga sekaligus sebagai Ketua Ikatan Alumni Dwijendra University menyampaikan, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Civitas Akademika Undwi yang turut berpartisipasi secara bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang Pantai Petitenget. Menurut Suiasa, apa yang dilakukan Undwi merupakan amanah konstitusional dari perguruan tinggi yang memiliki nilai penting dan strategis serta dapat memberikan motivasi kepada pemerintah untuk tidak henti-hentinya melakukan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat termasuk pihak perguruan tinggi. Begitu pula apresiasi diberikan kepada komponen masyarakat di Desa Pecatu yang telah melakukan aksi kebersihan di Pantai Dreamland.

See also  Kebakaran Kembali Terjadi Di Kuta Utara, Setelah di Desa Lukluk Mengwi

Lebih lanjut Suiasa menjelaskan, fenomena sampah kiriman ini memang terjadi setiap tahun, sekitar bulan Oktober hingga Februari. Dikatakan hal ini sangat menjadi perhatian serius dari Pemkab Badung dalam upaya menjaga citra Bali dan Badung khususnya sebagai daerah tujuan wisata. Karena bagaimanapun kebersihan disamping kesehatan, menjadi isu sangat strategis dalam mendukung kenyamanan wisatawan sehingga diperlukan dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat untuk dalam mengatasi fenomena sampah kiriman ini. “Fenomena ini kami sebut kedaruratan sampah, karena setiap harinya hampir sebanyak 150-200 ton sampah di sepanjang pantai ini dibersihkan. Ini menjadi tantangan pemerintah tiap tahun, namun mengatasinya tidak bisa dilakukan pemerintah saja, untuk itu kami mengetuk hati dan partisipasi dari semua elemen masyarakat ikut mengatasi masalah sampah di sepanjang pantai wilayah Badung,” jelasnya.

See also  Tenis Lapangan Badung Diperkuat Tiga Anggota TNI AD Pada Porprov Bali Ke XVI 9 September 2025 Mendatang

Sementara itu Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana, MSc, MMA menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian.  Dipilihnya Pantai Petitenget karena melihat situasi yang berkembang dimana terjadinya musim angin barat yang mengakibatkan sampah menumpuk di sepanjang pantai di Badung. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa senantiasa berinteraksi tidak hanya dengan sesama mahasiswa, dosen, juga dengan masyarakat dalam memperhatikan lingkungan. “Kami Undwi akan selalu bersama-sama bersinergi dengan pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Badung. Tidak hanya sebatas kegiatan bersih pantai, tapi kegiatan lain khususnya dalam mendukung berbagai program dari Pemkab Badung, ” pungkasnya.***

See also  Raih Penghargaan TPID, Prestasi Badung Diharapkan Ditularkan ke Daerah Lain

Editor – Igo Kleden

(Visited 25 times, 1 visits today)