UNR Gelar Seminar Nasional Bahas Masa Depan Kesetaraan Gender di Tengah Krisis

0
122
Foto: Seminar nasional bertajuk "Masa Depan Kesetaraan Gender di Tengah Krisis" di kampus universitas Ngurah Rai (UNR), pada, kamis, 19/9/2025.

DENPASAR, Fajarbadung.com – Universitas Ngurah Rai (UNR) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) bekerja sama dengan Institut KAPAL Perempuan dan Yayasan Bali Sruti menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Masa Depan Kesetaraan Gender di Tengah Krisis”, Kamis 18/9/2025.

Dalam seminar ini dipaparkan data terbaru dari Koalisi Equal Measures 2030 (EM2030) melalui Indeks Gender SDGs 2024. Laporan tersebut mengungkap adanya tiga krisis global, yakni krisis sumber daya, krisis demokrasi, serta krisis keselamatan dan keamanan.

Ketiga krisis tersebut menghambat pencapaian kesetaraan gender dalam agenda SDGs. Jika tren berlanjut, diperkirakan tidak ada negara yang berada di jalur tepat untuk mencapai kesetaraan gender pada 2030. Bahkan, seorang anak perempuan yang lahir hari ini diprediksi baru akan melihat dunia setara gender pada usia 97 tahun.

Rektor UNR, Prof. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum., menegaskan bahwa isu kesetaraan gender tetap relevan, baik di Bali, Indonesia, maupun dunia.

See also  Umat Hindu Bali Minta Mahasabha XII Dibersihkan dari Sampradaya Asing

“Urgensi tema ini terlihat dari hasil-hasil penelitian dan pengabdian ke desa-desa yang kami lakukan. Sebagai perguruan tinggi, UNR mengembangkan strategi merespons situasi ini, salah satunya dengan pembentukan Satgas TPKS. Secara khusus, FISHUM juga memperbarui mata kuliah baru seperti Gender Dasar, Gender dalam Administrasi Publik, serta Pembangunan Responsif Gender dan Inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Institut KAPAL Perempuan, Budhis Utami, menekankan pentingnya menggaungkan kesetaraan gender di tengah berbagai krisis.

“Data global menunjukkan hampir 40 persen negara mengalami stagnasi dalam kesetaraan gender. Padahal pembangunan bisa disebut berhasil jika kesetaraan gender tercapai. Jika tidak, maka 50 persen penduduk dunia terabaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa data gender yang akurat sangat penting agar kebijakan pembangunan tidak hanya merepresentasikan separuh realitas.

See also  Polres Bangli Sambut Kedatangan Tim Wasops Polda Bali

Dekan Fishum UNR, Dr. Drs. I Wayan Astawa, S.H., M.A.P., menambahkan bahwa prinsip kesetaraan gender sejalan dengan nilai lokal Tri Hita Karana, khususnya dalam hubungan antarmanusia yang menjunjung tinggi keadilan.

“Di lingkungan kampus, kami berupaya mengimplementasikan prinsip ini dengan memastikan tidak ada yang termarginalkan, serta mengadopsi mata kuliah terkait gender seperti Gender Dasar dan Gender dalam Administrasi Publik,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui seminar ini mahasiswa dapat semakin memahami pentingnya isu gender dan perannya dalam pembangunan berkelanjutan.

Acara yang dimoderatori Wakil Rektor UNR, Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.A.P., ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Rektor UNR Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum. dengan topik (Peran Perguruan Tinggi untuk Pencapaian Kesetaraan Gender Melalui SDGs); Ketua Dewan Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, Misiyah, M.Si. dengan topik (Krisis Kesetaraan Gender); serta Justin Anthonie yang memaparkan hasil Indeks Gender SDGs, baik global maupun Indonesia.

See also  MOS Bali Diisi Materi Penanggulangan Bencana

Hadir sebagai penanggap yakni Ida Bagus Gede Wesnawa Punia, S.T., M.Si., Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Bali; Nyoman Ayu Sukma Pramestisari, S.Sos., M.A. dari Universitas Udayana; serta Dr. I Gusti Ayu Andani Pertiwi, S.S., M.Si. dari Yayasan Bali Sruti.

Seminar ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa lintas perguruan tinggi, Bappeda Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Inspektorat Provinsi Bali, Layanan Publik Kota Denpasar, DP3A Kota Denpasar, Bapenda Kabupaten Badung, KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung, LBH APIK, Anikalinden Center, Bersih-Bersih Bali, Sekolah Perempuan, jurnalis, serta pemangku kepentingan lainnya.(FB007)

(Visited 4 times, 1 visits today)