UR Beach Clean Day Gandeng Komunitas Malu Dong Bersih Pantai Sanur

0
49
Urban Republik gandeng Komunitas Malu Dong bersih2 pantsi Sanur. Foto : Simon

SANUR, Fajarbadung.com – Erajaya Active Lifestyle (ticker code: ERAL), melalui merek ritel Urban Republic,( UR ) menggelar aksi membersihkan pantai dari sampah lewat acara UR Beach Clean Day bersama Komunitas Malu Dong di Pantai Sindhu, Kota Denpasar, Bali. Kolaborasi untuk menjaga lingkungan ini menegaskan komitmen ERAL dalam membangun kedekatan dan tumbuh bersama komunitas dimana pun jaringan ritelnya berada.

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, mengatakan, Pihatnya bangga bisa terlibat dalam kegiatan positif melibatkan komunitas dalam kepedulian atas kebersihan lingkungan bebas sampah di pulau Bali yang menjadi tujuan wisata salah satunya UR Beach Clean Day Sabtu ( 25/11. Ini sejalan dengan komitmen Erajaya Group memiliki sejumlah inisiatif peduli lingkungan lewat program Lentera Hijau, seperti rehabilitasi lahan hutan seluas 6 hektare di Rumpin, Bogor, sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarhutan.

“ Melalui gerakan Erajaya Gadget Movement, kami juga mengajak untuk menghibahkan gadget yang sudah tidak digunakan untuk pelajar SMK dari keluarga pra-sejahtera. Semoga acara ini bisa menjadi inisiatif berkelanjutan yang bermanfaat bagi penduduk Bali,” terang Djohan Sutanto

See also  Kodim Buleleng Bantu 200 Paket Sembako Bagi Warga Terdampak COVID-19

UR Beach Clean Day diikuti puluhan peserta dari komunitas Malu Dong, mereka terlihat sangat respek terhadap kegiatan UR Beach Clean,yang dimulai Pkl.08.00 dari pantai Sindhu Sanur, Denpasar dengan memungut sampah dan membersihkan sampah sebagian besar disela bebatuan pemecah ombak.Kegiatan mereka mendapat apresiasi dari wisatawan yang berlalu lalang sambil berolah raga naik sepeda, atau sekedar jalan jalan, “ Kami seneng datang ke pantai ini,menikmati Matahari Terbit sambil berolah raga, berenang atau sarapan pagi, apalagi pantainya relatif bersih,tertata dan tidak terlihat sampah menumpuk, “ ungka Riza, wisatawan asal Surabaya.

Pantai Sanur merupakan salah satu destinasi wisata ramai dikunjungi turis lokal maupun mancanegara. Selain sampah yang berasal dari aktivitas manusia, Pantai Sindhu yang berdekatan dengan Pantai Sanur ini juga kerap mendapatkan kiriman sampah yang dibawa air laut seperti kayu, ranting dan tidak jarang juga sampah plastik.

Komang Sudiarta Owner komunitas lingkungan Malu Dong. Foto : Simon

Pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta, menyebut, ”Pulau Bali yang ekonominya bergantung pada pariwisata harus bisa menyelesaikan permasalahan sampah dengan serius dan konsisten. Kalau lingkungannya kotor, dampaknya akan terasa untuk sektor pariwisata, kesehatan dan masih banyak lagi. Komunitas ini merupakan kontribusi kami sebagai warga agar semua pihak bersama-sama menyelesaikan masalah sampah dari hulu sampai hilir,”jelas Komang.

See also  Berikan Pengarahan di Kodam IX/Udayana, Menhan RI : TNI Garda Terdepan Untuk Bangsa

Dijelaskan, Kebersihan sebuah kawasan menjadi persoalan seperti bebas sampah menjadi tanggung bersama dan kesadaran semua pihak untuk keasrian dan keindahan bebas polusi, “ Jangan harapkan lingkungan akan bersih jika masyarakatmnya tidak peduli , Malu Dong, penanganan sampah sudah menjadi komintmen pemerintah yang dilakukan dari hulu ke hilir, dan sudah ada Pergub Bali.Namun sayang penanganan sampah di TPSR yang sudah disediakan tidak maksimal, tidak efektif karena tidak semua daerah Kabupaten se Bali memiliki TPST, sehingga terjadi penumpukan di TPS – Suwung Denpasar, “ jelas Komang.

Nantinya akan diefektikan tahun 2024 setiap wisatawan manca negara akan dipungut Rp 150 ribu untuk kelestarian lingkungan tetap terjaga.Sebagai daerah destinasti utama periwisata Bali harus menjadi contoh pengembangan industri pariwisata ramah lingkungan berkelanjutan. Malu dong kalau tidak menjadi nomor satu dalam kelestarian lingkungan dan budaya.

See also  Wakapolda Bali Cek Gudang Senjata Api Dan Amunisi Di Mako Brimob

“ Saya berharap banyak pihak baik Instansi atau swasta yang peduli terhadap penanganan sampah, seperti yang dilakukan Urban Republic bisa diikuti lembaga lainnya, karena siapa lagi yang kita harapkan agar Bali tetap selalu Indah, bersih dan nyaman untuk berwisata jika kita tidak peduli dan sadar akan buruknya dampak lingkungan kalau sampah tidak tertangani dengan baik, semua dibutuhkan kerjasama dan kepedulian minimal dilingkungan rumah tangga, “ tandas Komang Sudiarta.*Simon

(Visited 8 times, 1 visits today)