Wakil Ketua Dewan Pers: Media Digital Harus Bisa Adaptasi Dengan Kemasan Baru

0
55
Dari kanan, Ketua SMSI Bali Immanuel Dewata Oja, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua Pokja Verifikasi Media Online Sapto Anggoro dan Praktisi Media Siber Maryadi di Aula Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Denpasar, Kamis sore (25/5/2023). Foto : Humas

DENPASAR , Fajarbadung.com – Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya mengungkapkan, kepercayaan publik kepada media tidak berkurang. Sekalipun, platform media dari jaman ke jaman selalu berubah.

Di era digital, media harus cukup mampu menyesuaikan dengan perubahan yang tengah berjalan. Dengan demikian, pemain media mampu berakselerasi menyesuaikan kondisi yang ada.

Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya mengungkapkan, adaptasi dengan platform baru bisa dilakukan dengan mengemas menjadi lebih baik.

“Tantangan perkembangan media selalu berubah dari jaman ke jaman dari analog, cetak, elektronik dan ada konvergensi media digital, juga ada media sosial. Perubahan itu harus dilakukan untuk situasi saat ini,” jelas Agung Dharmajaya di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Kamis, 25 Mei 2023.

Menurutnya, perubahan itu harus disikapi dengan realistis. Di era disrupsi media seperti sekarang, Agung mengingatkan agar pelaku di industri media baik wartawan atau pemilik media, tetap mentaati kaidah-kaidah jurnalistik untuk menghasilkan pemberitaan yang obyektif.

See also  Babinsa Koramil 1702-05/Kurulu Bantu Pemda Salurkan Sembako

Dewan Pers bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dan Pemprov Bali menggelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Media Siber dengan tema ‘Pengembangan Model Bisnis Media di Era Digital”.

Selain Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, narasumber lain yang hadir yakni, Ketua Pokja Verifikasi Media Online Sapto Anggoro dan Praktisi Media Siber dari Katadata.co.id Maryadi. Moderator dalam kegiatan itu yakni, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja.

Dengan pertumbuhan media siber yang cukup besar secara nasional, Sapto Anggoro mengingkatkan, manejemen media memegang kunci penting untuk mengembangkan media berplatform digital.

“Karena sebagian besar berangkatnya dari wartawan, tapi soal manajemen kan beda lagi. Dalam hal ini Dewan Pers memilih melakukan pembinaan,” kata Sapto.

See also  Pangdivif 2 Kostrad Memberikan Ceramah Bela Negara Kepada 2000 Santriwan dan Santriwati Pondok Pesantren Wisata An - Nur 2 “Al – Murtadlo” Bululawang, Malang

Mantan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet ini menambahkan, pengelolaan media siber tak lepas dari karakteristik konsumen berita. Menurutnya, dengan mengetahui kebutuhan informasi yang banyak dibutuhkan publik, akan menentukan popularitas dari media itu sendiri.

“Itu yang paling penting. Banyak yang membuat berita soal politik, sosial, hukum dan HAM. Padahal, konten yang paling banyak dikunjungi ternyata bukan itu, ternyata adalah info kesehatan. Kenapa info kesehatan ini tidak jadi yang utama untuk ditampilkan, karena itu berpotensi viral,” kata Sapto Anggoro.

Model bisnis media online sendiri, kata Sapto, bisa dilakukan melalui beberapa cara. Diantaranya, melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, menggandeng sponsorship, pendanaan CSO, membangun media melalui kehumasan maupun event organizer (EO) dan mengembangkan komunitas pembaca.

“Ini kan belum tentu wartawan mau melakukan hal-hal seperti itu kan,” ujarnya.

Sementara, Maryadi seorang praktisi Media Siber membagikan pengalamannya terkait persaingan bisnis media digital. Menurutnya, pelaku industri media siber harus berani meninggalkan pola lama.

See also  Sertijab Pangdam XVII/Cenderawasih, 2 Kodam di Papua Dipimpin Putra Daerah

Terobosan baru perlu dilakukan untuk memberikan dorongan ‘amunisi’. Ia mengatakan, ada media siber yang mengembangkan teknik backlink untuk mendapatkan marketshare iklan.

“Perlu memanfaatkan media sosial dan aplikasi. Termasuk, memahami tren yang berkembang di masyarakat,” kata Maryadi. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)