Wayan Suyasa : Pelaku UMKM Badung Harus Didorong untuk Maju dan Menjadi Besar

0
34
Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa. Foto : Dok - Fajarbadung

MAGUPURA, Fajarbadung.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Badung harus didorong menjadi besar dan tak mau UMKM dianggap selalu kecil. Mainset tersebut seharusnya diubah. Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi awak media, Sabtu, ( 25/5).

Oleh karena itu, Wayan Suyasa menunjukkan satu potensi yang harus digarap oleh petani dan pelaku UMKM. Mengingat, potensi ini sangat berpeluang besar memberikan keuntungan maupun benefit bagi pelaku UMKM. “Sebagai penggerak perekonomian, petani dan pelaku UMKM harus diapresiasi dan disupport, karena juga mampu menggerakkan perekonomian,” terangnya.

Satu peluang ini, lanjutnya harus digarap, yaitu kegiatan adat dan budaya yang setiap hari membutuhkan bahan atau perlengkapan upakara dan upacara seperti kelapa, janur, daun kelapa hijau, pisang, termasuk bunga. “Saat ini, produksinya dari sisi kualitas maupun kuantitas tidak banyak, sehingga banyak impor atau didatangkan dari luar daerah,” ungkapnya.

See also  Sinergi PINBAS MUI & KemenKop UKM Lewat Coop Coffee

Tak hanya itu, Wayan Suyasa juga menyatakan perlu dibuat Perusahaan Daerah atau BUMD, untuk petani basah atau kering.

Bahkan, mereka juga perlu dibuatkan tempat, dalam memberikan pembinaan bagi petani dan perajin, untuk memproduksi bahan dan membuat produk alat-alat upakara yang kebutuhannya begitu besar. “Petaninya dilatih agar bertanggung jawab, sehingga hasilnya bisa memberikan dampak lebih bagi petani dan UMKM di Bali khususnya di Kabupaten Badung,” paparnya.

Untuk produktivitas pertanian, lanjutnya Pemerintah harus memberikan pendampingan terkait tahapan menanam dan membina para petani. “Bukan bangga menjadi petani, tetapi bagiamana mereka kita banggakan menjadi petani, artinya tanpa pembinaan, mereka sudah kekurangan SDM termasuk modalnya,” jelasnya.

See also  Bupati Giri Prasta Melayat ke Rumah Alm. Mantan Bupati Badung Wayan Dhana

Hingga saat ini, disebutkan, pupuk dan tenaga kerja luar begitu mahal, sehingga hasil yang didapatkan tidak maksimal untuk memberi kebahagiaan keluarga petani. Disinilah kesempatan pemerintah hadir sebagai pengguna anggaran di daerah. “Kepala daerah harus bisa, untuk mendukung sektor pertanian, pemerintah harus hadir tentu berdasarkan regulasi pendukungnya,” tegasnya.

Soal kehadiran pemodal besar dari luar daerah yang masuk ke usaha kecil, seperti membuka warung 24 jam, Wayan Suyasa menegaskan, persaingan harus dihormati, pada era pasar bebas.

Bahkan, pihaknya harus siap bersaing atau berkompetisi, baik pada UMKM maupun sektor-sektor lainnya. Hanya saja, mindset UMKM selalu kecil harus diubah. “Bagaimana kecil berkumpul dan bersatu, lanjut membuat suatu organisasi. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan dari semua sektor, sehingga UMKM unggul dan mampu memenangkan persaingan,” pungkasnya.*Chris

(Visited 5 times, 1 visits today)