Ketua SMSI Bali: Jurnalis jangan jadi Budak Mesin

0
47

DENPASAR, Fajarbadung.com – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja mengatakan karya Jurnalistik yang dihasilkan Artificial Intelligence atau (AI) sangat mengancam kebebasan Pers.

“Kita harus hindari jurnalime budak mesin, karya junalis yang dihasil 100 persen oleh mesin IA, itu akan mengancam kebebasan Pers,” ujar Emanuel Dewata Oja, di Denpasar, Sabtu (5/9/26).

Menurutnya, Wartawan perlu memiliki pengetahuan tentang untung ruginya pemanfaatan IA, dalam proses karya Jurnalistik, agar terhindar dari jeratan hukum.

“Saya sangat berharap, kita ini agar menghindar dari gugatan, atau somasi yang lagi tren belakang ini ya,” katanya dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Jurnalistik, dengan tema “Pemanfaatan Akal Imitasi Untuk Cek Fakta Dalam Menjaga Kepercayaan Publik”,

See also  TPAKD untuk 9 Kabupaten dan Kota di Bali Dikukuhkan

Karena itu, Emanuel Dewata Oja, yang akrab disapa Edo, berharap agar Jurnalis berhati-hati menggunakan IA dalam proses pembuatan berita.

“Satu karya Jurnalistik itu banyak rezim hukumnya, ini yang harus dipahami teman-teman, hati-hati,” tuturnya usai memberi materi, yang diikuti puluhan wartawan di Denpasar.

Sementara itu, M. Ridwan Pemred Radar Bali Online mendorong wartawan agar terus beradaptasi, melalui pelatihan jurnalistik yang dilakukan oleh organisasi Pers.

“Di era modern yang kian berubah, wartawan harus mampu beradaptasi, maka itu pentingnya pelatihan Jurnalistik dalam menghadapi kondisi yang kian berubah,” tutupnya.***

(Visited 4 times, 4 visits today)