Menteri Jumhur Hidayat Apresiasi YKKS, Bikin Kaki Palsu dari Tutup Botol dan Plastik Kemasan

0
34
Foto : Menteri LH Jumhur Hidayat menerima Kaki Palsu produksi Yayasan Kaki Kita Senusantara (YKSS) di Kantor Kementerian LH

DENPASAR, Fajarbadung.com – Pengelolaan sampah bila berada di tangan yang tepat menjadi berkah dan bernilai ekonomis, namun sampah menjadi masalah bila berada di tangan orang yang tidak tepat dalam pengelolaannya. Hal ini mengemuka dalam diskusi sejam lebih saat Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menerima audensi Pengurus Yayasan Kaki Kita Se-nusantara di ruang kerja menteri, Jumat (18/09/2026).

Turut serta dalam audensi Yayasan Kaki Kita Se-nusantara (YKKS) Putu Ivan Yunatana sebagai Ketua Dewan Pembina YKKS, yang juga adalah Founder BWC (Bali Waste Cycle) serta didampingi Ketua YKKS Made Aditiasthana,.

Sementara Menteri Jumhur Hidayat didampingi, Melda Mardalina Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup.

Kedatangan YKKS untuk menyerahkan contoh kaki palsu yang dikerjakan oleh YKKS dari material sampah plastik jenis HDPE dan sampah plastik kemasan jenis MLP (multilayer produk) dimana sampah jenis tersebut banyak berserakan di pesisir pantai, sungai dan hutan yang ada di pulau Bali yang belum terkelola maksimal.

Ada dua contoh kaki palsu yang yang diperlihatkan ke Menteri LH yakni, kaki palsu terbuat dari material tutup botol Aqua warna biru dan kaki palsu yang terbuat dari campuran plastik kemasan (MLP) dan HDPE.

“Dengan dua contoh kaki palsu yang sudah dikerjakan ini, menunjukan bahwa material sampah plastik bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis sepanjang ekosistem diatur dan dikelolah dengan baik,”kata Ivan Yunatana kepada media usai audensi.

Sebagai Ketua Dewan Pembina YKKS, Ivan sapaan akrabnya mengatakan pengembangan kaki palsu dari sampah plastik merupakan salah satu kegiatan YKKS dalam menggabungkan persoalan pengelolaan lingkungan dan mengakomodir kebutuhan kemanusiaan bagi warga yang kurang mampu.

See also  Saat Moeldoko Cicipi Olahan Makanan Berbahan Dasar Sorgum

“Jadi kegiatan kami salah satunya adalah membuat kaki palsu dari bahan sampah plastik. Sudah berjalan dan sudah kami bagikan tidak hanya penyandang disabilitas yang berdomisi di Bali tapi luar Bali seperti Kota Palu, Lombok dan daerah lainnya. Kerja sama ini bisa terwujud tak lepas dari dukungan CSR perusahaan diantaranya JHL, The Body Shop, Mitra Prodin dan lainnya serta donasi perorangan melalui YKKS,” kata Putu Ivan.

Menurut Putu Ivan, YKKS memiliki perhatian pada pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Selain mengembangkan kaki palsu berbahan plastik daur ulang melalui YKKS, kami juga melakukan kegiatan edukasi pengangkutan dan pengumpulan sampah melalui entitas afiliasi BWC dibawah bendera PT Maju Berkat Daur Ulang (MBDU).

“Selain itu kami juga memproduksi dan mengoperasionalkan teknologi pengolahan sampah organik dan unorganik yang menghasilkan RDF (refused derived fuel/energi baru terbarukan) melalui entitas kami yakni PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) dan PT Manunggal Bumi Lestari (MBL). Dimana teknologi kami sudah terpasang di TOSS Center Kusamba Klungkung, TPST Biaung (Nusa Penida), dan beberapa titik di Denpasar seperti di TPST Tahura, TPST Kertalangu, TPS3R Sesetan, TPS3R Cempaka Indah, Pusat Daur Ulang (PDU) Denpasar dan di daerah lain. Dengan demikian sampah tersebut tidak lagi terbuang sia sia di TPA,” kata Ivan.

Ivan menambahkan, melalui pertemuan dengan Menteri LH, YKKS ingin memperkenalkan potensi pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu salah satunya kaki palsu bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin mengenalkan sampah plastik tidak hanya jenis HDPE tapi juga jenis plastik kemasan (MLP) yang selama ini dianggap sulit didaur ulang oleh para pelaku daur ulang. Namun Kami bisa mengolah, salah satunya menjadi kaki palsu yang prioritasnya dibagikan kepada penyandang disabilitas yang tidak mampu,” kata Ivan.

See also  PP IPNU Dorong Pelajar, Sekolah, dan Pondok Pesantren Ikut Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Sementara Ketua YKKS Made Aditiasthana, menjelaskan proses pembuatan kaki palsu berbahan sampah plastik. Menurutnya, membuat satu kaki palsu membutuhkan sekitar 5 kilogram sampah plastik sebagai bahan baku.

Setelah melalui proses pengolahan dan pembentukan, material tersebut menyusut menjadi sekitar 2–3 kilogram untuk satu produk kaki palsu.

“Dalam proses pembuatannya, satu kaki palsu membutuhkan sekitar 5 kilogram plastik. Setelah melalui proses pengolahan dan pembentukan, material tersebut mengalami penyusutan menjadi sekitar 2–3 kilogram untuk produk kaki palsu,” kata Adit sapaanya.

Menurut Adit, penggunaan plastik daur ulang membuat setiap kaki palsu memiliki karakter visual yang berbeda.

Corak dan warna produk terbentuk dari warna asli sampah plastik yang digunakan dalam proses produksi.

“Pattern (corak, red) kreativitasnya dari pekerja. Pattern terbentuk dari warna asli sampah. Misalnya putih dengan bercak hitam, menggunakan sampah putih dan hitam,” jelasnya.
Adit mengatakan, warna maupun corak kaki palsu dapat disesuaikan dengan permintaan penerima.

Dengan konsep tersebut, sampah plastik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai estetika.

Setelah mendengar penjelasan YKKS Menteri LH Mohamad Jumhur Hidayat mengapresiasi produk kaki palsu yang dibuat YKKS dan menyambut baik pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai guna.

See also  Rombongan Sekretariat DPRD Badung dan Awak Media Pilih Tangkil di Pura Jagat Karta Gunung Salak Bogor

Dalam pertemuan tersebut, Menteri juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal. “Kalau bisa jangan diuraikan sampah, harus ada pemilahan kecuali organik. Padahal yang anorganik pun bisa jadi seperti ini,” kata Menteri Jumhur dengan bangga sambil menunjuk produk kaki palsu YKKS.

Menurutnya, keberhasilan pemilahan sampah akan membuka lebih banyak peluang pemanfaatan sampah anorganik menjadi berbagai produk bernilai guna.

Menteri Diminta Hadir di Hari Disabilitas 

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi YKKS mengundang Menteri Jumhur untuk hadir dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang akan digelar pada 3 Desember 2026.

Dalam kegiatan tersebut, YKKS berharap Menteri Jumhur dapat melihat secara langsung berbagai kegiatan dan inovasi yang dikembangkan YKKS.

Kehadiran Menteri LH diharapkan memberikan pencerahan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan sampah.

Untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut, keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sehingga kolaborasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah plastik tetapi memperluas akses bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan ekonomi.***

(Visited 2 times, 2 visits today)