Diawali Dari Desa Penaban, SMSI Akan Gelar FGD Selanjutnya di Desa Wisata Lainnya di Bali

0
202
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu, Kadis Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Kadek Darmayasa Karang, seorang pelaku pariwisata dalam diskusi yang dipandu oleh moderator, Sastradinata (kiri). FOTO - IST.

KARANGASEM|FAJARBADUNG -Kiprah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali untuk turut serta membangun  Bali dari sektor pariwisata terus digalakkan. Kali ini Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menganggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Focus Discussion Group (FGD) bertajuk “Penguatan Desa Wisata Bali” di Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Bali, Selasa (22/2/2022). Diawali dari Desa Adat Penaban, SMSI bertekad akan melakukan kegiatan serupa di desa – desa wisata lainnya di Bali.

Acara FGD tersebut dihadiri, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu, Kadis Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Kabid Destinasi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem Ni Made Suradnyana, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja berserta puluhan wartawan anggota SMSI Bali dari berbagai media, para pelaku pariwisata dari Desa Wisata Dukuh Penaban dan undangan lainnya. Beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya diundang sebagai pembicara seperti Kadek Darmayasa Karang, seorang pelaku pariwisata khusus desa wiasata di Bangli Bali.

See also  PT Angkasa Pura I Raih Dua Penghargaan Revolusi Mental Award BUMN Tahun 2019

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, SMSI Bali sangat konsen dengan desa wisata di Bali. Selama ini Pemprov Bali sudah seringkali berbicara dan menghimbau agar masyarakat Bali kembali membangkitkan pariwisata Bali, membangkitkan ekonomi Bali yang telah terpuruk selama 2 tahun diterpa pandemi Covid19. “Esensinya adalah SMSI Bali ingin berperan dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebenarnya jangan melihat urusan pariwisatanya, tetapi kami berangkat dari permintaan dan himbauan Pemprov Bali yang sudah seringkali berbicara dan menghimbau kepada masyarakat untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali membangkitkan ekonomi Bali yang sudah terpuruk melalui pariwisata. Untuk itu SMSI Bali berkewajiban untuk melakukan sesuatu, ikut membangkitkan ekonomi Bali melalui desa wisata. Kenapa harus desa wisata? Karena trend ke depannya adalah desa wisata,” ujarnya.

See also  Sambut HUT RI, Kebun Indonesia Raya Bagikan Hasil Panen ke Peserta Kelas Kreatif

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu mengatakan, desa wisata menjadi konsen pembangunan pariwisata di era Jokowi. Bahkan, Indonesia optimistis, ke depannya bukan lagi Pemerintah Indonesia yang membiayai desa wisata, melainkan desa wisata yang membiayai pemerintah dari pusat hingga daerah. “Jadi kalau membangun desa wisata maka intervensinya bukan hanya dari Kemenparekraf tetapi langsung oleh Presiden RI Joko Widodo karena beliau yakin potensi desa wisata sangat besar di Indonesia,” ujarnya. Untuk itu dalam membangun desa wisata, perlu gerak cepat, gerak bersama, dan Gaspol (garap semua potensi yang ada untuk lapangan kerja).

Jemadu juga mengapresiasi langkah Desa Adat Dukuh Penaban Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem yang dengan inovasinya sendiri telah membangun desanya sendiri sebagai desa wisata. Namun ia mengatakan jika Desa Adat Dukuh Penaban bukan lagi desa wisata perintis atau desa wisata berkembang, tetapi sudah masuk ke desa wisata maju. “Ada empat kriteria desa wisata yakni perintis, berkembang, mandiri dan modern. Di Dukuh Penaban ini sudah masuk desa wisata mandiri. Sebab masih ada desa wisata di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 9 ribu desa wisata tersebut, yang kriterianya masih perintis. Kriteria ini akan berdampak pada intervensi pemerintah dari pusat hingga daerah,” ujarnya. Jemadu juga menyayangkan bahwa desa wisata di Desa Adat Dukuh Penaban ternyata belum mendapatkan SK dari Kabupaten Karangasem sebagai desa wisata. Padahal berbagai kriteria dan keunikan sudah diakui nasional dan bahkan internasional. Ia berjanji akan mendekati Pemkab Karangasem untuk segera menerbitkan SK Desa Wisata bagi Dukuh Penaban.***

See also  Koperasi, Hotel, Restoran, Ritel di Bali Wajib Serap Produk Pertanian Lokal

Editor – Chris

(Visited 20 times, 1 visits today)