Festival Fulan Fehan 2019 Akan Segera Digelar, Bupati Willy Sebut Masyarakat Belu Harus Bangga

0
590
Festival Fulan Fehan 2019 Akan Segera Digelar, Bupati Willy Sebut Masyarakat Belu Harus Bangga/fajarbadung.com
Festival Fulan Fehan 2019 Akan Segera Digelar, Bupati Willy Sebut Masyarakat Belu Harus Bangga/fajarbadung.com

ATAMBUA, Fajarbadung.com – Festival Fulan Fehan merupakan sebuah festival budaya antar dua negara, yaitu negara Indonesia dan Timor Leste yang menampilkan budaya asli orang Belu, Timor – NTT melalui perpaduan musik dan tarian yang dilaksanakan di Padang Sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Festival ini merupakan program rutin tahunan yang telah dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan jumlah penari sebanyak 6.000 orang.

Dalam Festival Fulan Fehan tersebut, akan diangkat musik dan tarian yang sudah lama bahkan hampir dilupakan di kalangan masyarakat. Hal ini supaya budaya asli orang Belu yang ada sejak zaman nenek moyang tetap terjaga dengan baik.

Setiap tahunnya, Festival Fulan Fehan ini akan selalu berganti tema yang juga menampilkan jenis tarian dan musik yang berbeda.

See also  Dankodikmar Kodiklatal : Jadilah Prajurit Marinir yang Memberikan Rasa Aman Kepada Rakyat

Pada tahun 2019 ini sendiri, sebelum acara puncak Festival Fulan Fehan akan digelar juga terlebih dahulu beberapa rangkaian acara di Plaza Pelayanan Publik Atambua.

Hal ini dikemukakan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam jumpa Pers pada, Rabu sore (23/10/2019).

“Kita akan segera melaksanakan kegiatan Festival Fulan Fehan dimana kita akan terlebih dahulu melakukan beberapa rangkaian acara dari tanggal 25 hingga puncaknya pada tanggal 28 Oktober 2019 nanti,” pungkasnya.

Disebutkan bahwa kegiatan- kegiatan tersebut diantaranya Fiesta Timoresia, Belu Beraksi, Belu Colour Creation dan acara puncak Festival Fulan Fehan.

Menjadi kebanggaan tersendiri dimana Festival Fulan Fehan tahun ini kembali dikoreografi oleh Koreografer bertaraf Internasional Eko Supriyanto dan tim ISI Surakarta.

“Tentunya tahun ini akan lebih meriah dari 2 tahun sebelumnya. Karena itu mari kita semua masyarakat dimana pun berada, datang dan saksikan secara langsung acara Festival Fulan Fehan 2019,” tutur Bupati Willy.

See also  KSP Percepat Pengadaan Lahan Jalan Pantai Selatan

Bupati Belu ini juga mengatakan bahwa perlu juga dibanggakan dengan adanya Festival Fulan Fehan, tarian Likurai dapat menarik simpati di kancah luar baik itu Nasional maupun Internasional dengan diberi kesempatan tampil pada pembukaan Asian Games 2018 dan tampil di Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2019.

Tidak sampai disitu, Bupati Willy juga mengatakan bahwa tarian Likurai telah dikontrak dan akan segera dipentaskan di 7 negara berbeda yaitu Taiwan, Jepang, Australia dan beberapa negara Eropa.

“Sebagai orang Belu kita harus memiliki rasa bangga bahwa kita juga memiliki budaya yang luar biasa dan telah berhasil memperkenalkan budaya kita dikancah Nasional maupun Internasional,” tandas Bupati Lay.

See also  Diageo Indonesia Mendukung Terciptanya Desa Wisata Bebas Sampah Plastik yang Berkelanjutan

Untuk diketahui bahwa Festival Fulan Fehan telah berhasil memecahkan rekor MURI pada tahun pertamanya dimana ada 6000 penari terlibat untuk meramaikan acara ini.

Setelah Tari Likurai di Festival ini berhasil memecahkan rekor, ditangan Eko Supriyanto, Festival Fulan Fehan 2018 yang menghadirkan 1500 orang penari tersebut berhasil tampil secara sangat memukau dan berkelas.

Saat itu Festival Fulan Fehan menampilkan beberapa ragam tarian yang diperlihatkan sebagai bentuk keragaman budaya yang ada di negara Indonesia dan Timor Leste diantaranya Prosesi Bibit Padi, Tari Selendang, Konser Musik Bambu, Fashion Show Tenun, Tari Antama dan Tari Likurai. (Ronny/fb)

(Visited 33 times, 1 visits today)