Jaringan 5G Belum Maksimal, Ketersediaan Gawai dan Minimnya Edukasi Disebut Jadi Kendala

0
32
FOTO : Dok - Christovao

KUTA, Fajarbadung.com – Salah satu usaha propeder di Indonesia menyebut, pengembangan jaringan 5G masih menghadapi beberapa kendala mulai, pada ketersediaan dan penggunaan device(fisik HP/gawai) pada konsumen serta edukasi masyarakat masih minim untuk jaringan 5G.

Dua hal tersebut menurut, Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, masih menjadi kendala dalam pengembangan jaringan 5G saat ini.

“Penetrasinya itu lebih ke device. Memang kita lihat belum semua device ini yang sudah mendukung 5G, masih banyak digunakan oleh masyarakat. Nah, ini yang kita lihat,” jelasnya, Sabtu,(15/8/2026) di Legian, Kuta, Badung.

Menurut Dirinya, harga device 5G juga menjadi salah satu faktor kendala dalam pengembangan jaringan 5G saat ini.

“Namun, perkembangan adopsinya dan device-device baru yang hadir itu lebih banyak sudah support 5G. Nah, memang kalau ditanya kendala, artinya ini butuh waktu untuk harga device yang support 5G ini lebih ke harga yang lebih mass atau lebih affordable (terjangkau).Kalau misalkan kita lihat, memang saat ini device yang support 5G itu mungkin di kisaran Rp2,6 – Rp2,7 juta untuk yang paling rendah. Sedangkan untuk device 4G itu kan pasti sudah di angka Rp1,8 jutaan untuk device baru. Itu mungkin salah satu kendalanya dari segi device,” paparnya.

See also  Pelaksanaan SPMB di Provinsi Kalimantan Utara Berjalan Lancar

Dirinya menyampaikan, Kedua adalah dari edukasi masyarakat.Misal, pada masyarakat menganggap penggunaan device 5G masih teredukasi kuotanya boros atau baterainya cepat panas dan cepat habis.

Mungkin ini yang dirasakan di awal-awal oleh pengguna device di operator yang jaringannya (network-nya) masih “bolong-bolong”.

“Kenapa bisa gitu? Karena kalau kita switch on ke 5G, begitu network dari suatu operator itu belum merata semuanya 5G, device itu akan selalu mencari: “Mana ya device 5G-nya? Mana device 5G-nya?” Dia akan bolak-balik antara 4G dan 5G. Ini yang membuat baterainya jadi boros. Nah, tapi persepsi di masyarakat menganggap bahwa 5G itu baterainya boros,” sebutnya.

Dirinya mengatakan, tidak perlu ragu buat pengguna atau user untuk menggunakan XL Smartfren, karena network XL Smartfren 5G-nya telah blanket (tercover penuh).

See also  "Wastra Hitakara" Dimulai di Badung, Dorong Promosi Wastra Bali

Sembari Ia menambahkan, Artinya, mau jalan-jalan di suatu kota, tidak ada perpindahan network. Itu yang membuat baterai tetap awet.

“Jadi mungkin itu ada dua hambatan. Dan bagaimana menghadapi sisi kompetitor? Artinya, kalau dari XL Smartfren (khususnya Smartfren), Network-nya paling bagus. Bukan kami yang mengklaim, tapi itu berdasarkan data.Produknya sudah sangat kompetitif dan affordable.Jadi saya rasa, semoga kompetitor yang berpikir bagaimana harus berhadapan dengan XL Smartfren khususnya Smartfren,” tutup Muktiwibowo.(FB005)

(Visited 3 times, 3 visits today)