
DENPASAR, Fajarbadung.com – Sebanyak 26 motor Cika (Moci) yang berisikan sampah bau busuk akhir ditaruh dan dibawah ke depan Kantor Gubernur Bali, Senin (4/8/2025). Puluhan moci dari beberapa desa yang ada di seputaran Kantor Gubernur Bali tersebut mendatangi Kantor Gubernur Bali untuk mengatakan protes terkait dengan penutup TPA Suwung dari sampah organik sejak tanggal 1 Agustus 2025. Mereka berasal dari beberapa desa yang kebingungan membuang sampah ke mana karena semua TPS terdekat sudah menolak sampah organik.
Salah seorang pengendara Moci bernama Widana membenarkan terkait protes tersebut. Ia mengaku bahwa semua teman-temannya sengaja menaruh sampah depan kantor gubernur untuk menyatakan sikap protes karena sampah yang tidak bisa ditampung di TPS terutama sampah organik. “Kita mau membuang sampah organik dimana lagi karena semua TPS sudah menolak. Sementara kami yang bekerja mengangkut sampah dari desa kamis masing-masing dituntut harus bersih,” ujarrnya.
Ia mengaku, banyak temannya yang datang menaruh sampah di Renon atau di depan Kantor Gubernur Bali dan meninggalkan begitu saja. Mereka membicarakan sampah tergeletak langsung depan Kantor Gubernur Bali. Ini adalah protes dari para pengangkut sampah di tingkat desa.
Ia juga mengaku jika semua temannya sama sekali tidak protes terhadap kebijakan Pemprov Bali yang melarang sampah organik diangkut ke TPA Suwung. Namun mereka meminta agar mereka diberi solusi kemana sampah organik yang diangkut dari desanya.
Kepala SatPol PP Bali Dewa Darmadi mengatakan, pihaknya sudah mengatensi aksi para driver Moci tersebut. “Silahkan saja sampaikan aspirasi secara teratur. Namun jangan sampai membuang sampah di dalam area Kantor Gubernur Bali. Jangan sampai pelayanan publik terganggu, oleh bau sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para driver Moci tersebut tidak ada tuntutan tertulis sehingga anggotanya tidak bisa menerima isi aspirasi tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya agar segera ada solusi namun jangan sampai sampah dibuang di halaman dalam Kantor Gubernur saja,” ujarnya.(Arnold)

















