Kasubdit Linjamas BNN Berikan Materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam P4GN Kepada Pengiat Anti Narkoba Kabupaten Bireun

0
587
Kasubdit Linjamas BNN Berikan Materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam P4GN Kepada Pengiat Anti Narkoba Kabupaten Bireun/fajarbadung.com
Kasubdit Linjamas BNN Berikan Materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam P4GN Kepada Pengiat Anti Narkoba Kabupaten Bireun/fajarbadung.com

BIREUN, Fajarbadung.com – BNN RI melalui program pemberdayaan masyarakat mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi Lingkungan Masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat di Kabupaten Bireun.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kupula Hotel Mauligoe Bireun, Rabu (18/09) dimana sebelumnya kegiatan tersebut telah dibuka oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI.

Kabupaten Bireun merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang menjadi target Program Grand Design Alternative Development (GDAD) BNN RI hingga tahun 2025 dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bireun menjadi salah satu daerah di Provinsi Aceh penghasil ganja terbesar.

“Provinsi Aceh pertahun dapat menghasilkan sekitar 200 ton ganja, salah satu penghasilnya berasal dari daerah Bireun”, kata Kepala Sub Direktorat Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN RI Ricky Yanuarfi, SH., M.Si., ketika menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Bireun Provinsi Aceh, Rabu (18/09).

See also  Moeldoko Apresiasi Upaya Perlindungan Anak Dan Perempuan Melalui Pengesahan UU TPKS

Ricky Yanuarfy mengatakan bahwa BNN hadir di Bireun saat ini, salah satunya yaitu untuk membangun kesadaran sehingga dapat bersama-sama untuk memberantas peredaran gelap narkotika dan antisipasinya.

Selain itu Ricky juga menyampaikan bahwa ada perubahan tren dalam hal peredaran narkotika di wilayah Provinsi Aceh.

“Saat ini di Aceh ada pergeseran dalam pengungkapan kasus, yang semula banyak mengungkap kasus ganja menjadi banyak pengungkapan sabu”, ungkap Ricky.

Fakta tersebut terbukti dengan tertangkapnya beberapa jaringan peredaran sabu yang berasal dari Aceh bahkan pernah tertangkap bandar besar yang berasal dari daerah Bireun.
Ricky berharap dengan adanya program ini Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Bireun setelah 2025 tidak masuk kembali pada program GDAD, namun jika hal tersebut tetap terjadi, maka masyarakat Bireun tidak mau berubah.

See also  Walau Berbatasan Langsung Dengan Timor Leste, Kadis Peternakan Pastikan Babi di Belu Belum Terinfeksi Virus ASF

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan sesi tanya jawab dari para peserta.(red/FB)

(Visited 19 times, 1 visits today)