KSP : Publik Apresiasi Kartu Indonesia Sehat

0
156
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo. Foto : Dok - Humas

JAKARTA, Fajarbadung.com – Hasil jajak pendapat Kompas menunjukkan, kepercayaan publik untuk memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai jaminan kesehatan relatif cukup tinggi. Menanggapi itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo menyebutnya sebagai bentuk apresiasi publik terhadap program JKN-KIS.

“Ini menunjukkan publik benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Abraham, di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (27/6).

Di rilis pada hari ini (Selasa, 27/6), jajak pendapat yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada pertengahan Juni 2023 menyebutkan, dari Dari 377 responden yang diwawancarai, 71,6 persen responden yang mengikuti kepesertaan JKN-KIS menggunakannya untuk berobat. Rinciannya, sebanyak 24,1 persen menggunakannya secara rutin dan 27,5 persen telah memanfaatkannya beberapa kali.

Dalam jajak pendapat tersebut juga memotret kepuasan publik terhadap layanan kesehatan JKN-KIS yang ringkas, mudah, dan sepenuhnya gratis.

See also  SMSI Usulkan Keterwakilan di Dewan Pers bagi Semua Konstituen

Abraham menyampaikan, sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada November 2014, program KIS telah mengalami peningkatan signifikan dalam memberikan akses kesehatan gratis kepada masyarakat. Program perluasan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, memberikan manfaat kepada jutaan peserta, termasuk yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah melalui KIS-PBI.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan, dari 6 juta peserta KIS-PBI pada 2014, jumlah kunjungan mencapai 15 juta. Jumlah tersebut meningkat pada 2022. Di mana dari 48 juta peserta KIS-PBI, terdapat 236 juta kunjungan.

“Tentu pemerintah memiliki catatan masih ada pelayanan yang harus ditingkatkan. Tapi saat ini begitu besar masyarakat yang menikmati layanan kesehatan gratis,” ujar Abraham.

Selain aspek kesehatan, tambah dia, program KIS juga berhasil mengurangi angka kemiskinan. Studi Universitas Indonesia menunjukkan, pada 2019 program KIS diestimasi berhasil menyelamatkan 8,1 juta orang dari kemiskinan.

See also  Masyarakat Bali harus Konsisten Manfaatkan Bumbu Bali Sebagai Pengawet Makanan

“Sebab jika tanpa pelayanan kesehatan gratis maka mereka akan jatuh miskin karena tinggi biaya kesehatan. Apalagi saat pandemi COVID19,” terang Abraham.

Abraham menyampaikan, untuk memastikan program JKN-KIS bisa berkelanjutan, Kantor Staf Presiden bersama KemenkoPMK dan Sekretariat Kabinet mengawal pelaksanaan Inpres No 1/2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan JKN.

Salah satu strateginya, sambung dia, melalui peningkatan jumlah skrining kesehatan gratis, dari 2,23 juta pada 2021 menjadi 15,5 juta pada 2022 atau naik tujuh kali lipat.

“Dengan skrining kesehatan gratis diharapkan masyarakat menyadari tingkat risiko kesehatan tubuh mereka. Sehingga pola hidup bisa menjadi lebih sehat,” pungkas Abraham.

Sebagai informasi, per 26 Juni 2023, jumlah peserta program Kartu Indonesia Sehat (KIS) kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebanyak 96,74 juta jiwa. Sedangkan peserta KIS non PBI JK, yakni 160,1 juta jiwa.*

See also  Pendekatan Sosial Perlu Dilakukan Untuk Penyelesaian Konflik Papua

Editor|Christovao

(Visited 3 times, 1 visits today)