SMSI Bali Gulirkan Program ‘Semarak Desa Budaya Kerthi 2022’

0
79

DENPASAR,FAJARBADUNG.COM – Gubernur Bali, Wayan Koster mendukung penuh gagasan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menyelenggarakan Semarak Desa Budaya Kerthi 2022.  Dukungan itu disampaikan saat auidensi Pengurus SMSI Bali dengan Gubernur Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Jaya Sabha Denpasar Selasa, (28/12/2021).

Mendengar pemaparan program SMSI Bali tahun 2022 yang disampaikan Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Gubernur Bali menyatakan sangat mengapresiasi program yang dicanangkan SMSI Bali yang telah diselaraskan dan sejalan dengan visi misi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Saya support penuh. Nanti secara teknis, program ini agar dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Dinas Kominfos Provinsi Bali. Kita sudah punya buku pedoman Desa Budaya. Itu buku judulnya ‘Pedoman Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera.’, Minta saja nanti sama Kadis Pariwisata atau Kadis Kominfos,” ucap Koster.

Salah satu bentuk dukungan riil Gubernur Bali adalah memberikan fasilitas penyelenggaraan salah satu sub-program Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022, yaitu Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bincang Gemilang Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022.”

See also  Karya Bakti Bersama Kembangkan Potensi Wisata Air Terjun "Blah Mantung" Pujungan-Pupuan

Gubernur menegaskan siap memfasilitasi penyelenggaraan FGD tersebut, antara lain dengan meminjamkan Gedung Wiswa Sabha Pemprov Bali dengan kapasitas 250 orang sebagai tempat penyelenggaraan FGD tersebut.

“Saya siap membantu dan siap hadir. Dan saya siap jadi keynote speaker tentang Desa Kerthi Bali Sejahtera,” tandas Gubernur bersemangat.

Sebelumnya, Ketua SMSI Bali yang akrab disapa Edo menjelaskan bahwa SMSI Bali pada awal tahun 2022, akan menyelenggarakan program pendayagunaan Desa Budaya dengan pemanfaatan teknologi digital. Program tersebut bertajuk “Semarak Desa Budaya Digital 2022”. Namun setelah didiskusikan dengan Gubernur Bali Wayan Koster saat audiensi tersebut, Gubernur memberikan banyak masukan.

Masukan yang penting adalah dalam  penggunaan frasa Desa Budaya, menggangtikan frasa desa wisata. Menurut Gubernur,  unsur budaya yang harus  menjadi prioritas program Pemprov Bali.

Sedangkan pariwisata hanyalah bungkusan atau kemasannya. Tetapi sering terjadi kekeliruan pemahaman sehingga Desa Wisata lebih terkesan hanya mengeksploitasi budaya masyarakat Bali yang sesungguhnya harus menjadi prioritas perhatian.

See also  Terverifikasi, The Patra Bali Resort & Villas Siap Menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru

“Saya sedang menyusun regulasi untuk mengganti frasa Desa Wisata menjadi Desa Budaya. Pedomannya sudah dibuatkan,” tambah Gubernur Koster.

Mendengar tanggapan Gubernur Koster tersebut, SMSI Bali melalui ketuanya Emanuel Dewata Oja langsung menimpali. “Jika demikian, maka kami akan mengubah substansi program dengan nama “Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022,” ujar Edo.

Gubernur Koster pun langsung mengangkat jempol sembari menyatakan, “Saya akan support penuh,” cetusnya.

Lebih lanjut Edo mengatakan kick off program “Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022” tersebut akan dilakukan awal Januari 2022. Adapun materi program terdiri dari tiga kegiatan utama yakni Ekspedisi Jurnalistik Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022, yaitu pengiriman kelompok jurnalis ke desa-desa terpencil di Bali untuk melakukan pemilihan desa mana yang dianggap layak untuk dinobatkan sebagai Desa Budaya Kerthi SMSI Bali tahun 2022 dengan penggunaan teknologi digital memadai dan dijadikan sebagai desa binaan SMSI Bali.

See also  Ini Cara The Haven Suites Bali Berawa Manjakan Pelanggan di Bulan Juli

Kegiatan kedua adalah Lomba News Konten Kreator tentang Desa Budaya Kerthi dengan peserta seluruh wartawan media cetak dan online. Sementara kegiatan ketiga adalah FGD “Bincang Gemilang Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022” yang menghadirkan Gubernur Bali Wayan Koster sebagai pembicara utama bersama Menteri Pariwisata yang nantinya diwakili Deputi III Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Drs. Vinsensius Jemadu.

“Kegiatan ketiga ini, kita rancang sebagai puncak dari program ‘Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022.’ Ancar-ancar sih pada tanggal 9 Februari 2022, sebab tanggal 9 Februari adalah Hari Pers Nasional (HPN). Jika itu terlaksana, maka moment itu menjadi pertamakalinya di Bali ada peringatan Hari Pers Nasional dilaksanakan tepat pada tanggal peringatan HPN yaitu 9 Februari,” pungkas Edo.***

Editor – Chris

(Visited 10 times, 1 visits today)
Advertisements