Jokowi Minta PKB Jadi Pelopor Percepatan Pembangunan Indonesia

0
315
Jokowi Minta PKB Jadi Pelopor Percepatan Pembangunan Indonesia/fajarbadung.com
Jokowi Minta PKB Jadi Pelopor Percepatan Pembangunan Indonesia/fajarbadung.com

NUSA DUA, Fajarbadung.com – Presiden. Joko Widodo secara resmi membuka Muktamar V PKB di Nusa Dua Bali, Selama malam (20/8). Pembukaan Muktamar ditandai dengan menarik dan melepaskan tariak katapel ke sarang lebah dalam animasi yang membuat lebah berterbangan ke seluruh Indonesia. Lebah adalah julukan bagi paskan PKB yang bergerak maju membangun Indonesia baik lahir maupun batin. Hal ini sesuai dengan tema Muktamar kali ini yakni “melayani ibu pertiwi”. Hadir juga  Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Ketua Umum PSI, Grace Natalia, Wakil Ketum PPP, Arwani, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra. ketua DPR RI, Bambang Soesatyo Dan sejumlah pejabat Dan menteri Kabinet Kerja Jokowi; Luhut Binsar Panjaitan.

Saat memberikan pidato, Jokowi menyindir PKB. Ia mengatakan, kalau PDIP membuat kongres di Bali, hal ini memiliki alasan yang kuat karena Bali adalah basis PDIP. Menurut Jokowi, dirinya tidak menemukan alasan yang tepat mengapa PKB menggelar Muktamar di Bali. “Saya mau ngomong apalagi. Semua sudah diborong sama Ketua Umum PKB. Saya tidak tahu apa alasan PKB gelar muktamar di Bali. PKB partai yang dekat dengan masyarakat. Jangan-jangan PKB mau menjadikan Bali sebagai basisnya. Hati-hati Pak Gubernur Bali,” ujar Jokowi kelakar.

Karena kehilangan materi yang sudah diborong dalam pidato Cak Imin, Jokowi akhirnya berbicara soal proyeksi pembangunan 5 tahun ke depan dan masa depan Indonesia. “Saya ingin bicara lima tahun ke depan. Infrastruktur tetap dilanjutkan. Kedua membangun sumber daya manusia. Memperbaiki gizi dan kesehatan. Jangan mimpi bersaing dengan negara lain kalau SDM tak didukung dengan gizi dan nutrisi yang baik. Apa yang harus dimulai, Mari kita mulai dari bayi, sejak dalam kandunngan. Jangan sampai bayi yang keluar itu stunting,” ujarnya. Tahun 2015, masih ada kasus stunting 38 persen. Tahun ini kasusnya menurun menjadi 30 persen. Ini masih tinggi kalau dikomposisikan dengan jumlah Indonesia. Ini mash berhubungan dengan gizi.

See also  Bangun Sinergitas,Sekretariat DPRD Badung Ajak Awak Media Kunjungi DPRD DKI Jakarta

Untuk di tingkat SD adalah membangun karakter, memberikan nilai-nilai budi pekerti, agama, toleransi dan baru kemudian tambah dengan ilmu lainnya. Ada sopan santun, hormat yang lebih tua. Lalu pendidikan menengah pertama. Anak-anak mulai dikenalkan membagun kerja sama, daya kritis, daya argumentasi, mencari solusi dan sebagainya. Kemudian untuk jenjang pendidikan menengah atas berikutnya, pendidikan anak harus lebih spesifik lagi. Hal ini penting karena saat ini emerging skill, emerging work sudah berbeda. Teknisi coding, programing sangat diperlukan. Akan banyak pekerjaan manual yang hilang, muncul pekerjaan baru. “Contoh, sopir akan hilang. Ada sistem outo machine. Mobil bisa jalan sendiri,  diprogram sendiri. Perubahan terus terjadi. Setiap saya bertemu dengan banyak negara di dunia, keluhan sama. Hal baru muncul, teknologi baru muncul, regulasi belum ada. Bisa bermanfaat dan bisa juga rusak,” ujarnya.

Kemudian untuk di perguruan tinggi harus seperti apa dikemas. Perlu kompetisi regional, nasional, dan global. “Kalau tidak berkompetisi, maka kita akan ditinggal. Universitas harus berbenah, terhadap distrubsi teknologi. Semua negara mengalaminya. Siapa yang cepat berubah maka dialah yang menang. Saat ini bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, negara yang kaya mengalahkan negara miskin. Saat ini negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” ujarnya.

See also  Atlet AAL Rebut Medali Perak Dan Perunggu Lomba Layar Nowst 2019

Jokowi juga mengisahkan tentang pertemuannya di Syekh Muhamad di Abudabi. Di negara itu,  protokoler negara tidak bertele-tele.  Di Indonesia semakin sulit, regulasi yang dibuat, tetapi bingung sendiri. Inilah perubahan yang sedang dikerjakan oleh pemerintah dalam lima tahun ke depan. Menurut Jokowi, Indonesia terlalu banyak aturan. “Ribet. Yang buat kita sendiri. Mau putuskan cepat tidak bisa karena kita yang bikin kita bingung sendiri,” ujarnya. Ia membandingkan dengan Uni Emirat Arab. Mereka punya minyak, Indonesia juga punya punya minyak. Mereka tak punya kayu dan tembaga dan nikel. Indonesia juga punya semuanya.

Jokowi membandingkan Indonesia dan Abudabi. Menurut cerita Syehk Muhamad, kenapa Dubai lompat begitu cepat. Tahun 1960, Abudabi masih naik Onta, sementara Indonesia sudah naik mobil Holden. Tahun 1970, Abudabi naik  truk, sementara Indonesia sudah naik kijang. Tahun 1980, Abudabi sudah naik mercy dan BMW, namun Indonesia masih naik kijang. “Kenapa mereka begitu cepat melompat. Kuncinya kecepatan. Negara yang cepat menguasai negara yang mampu,” ujarnya.

Jokowi juga mengisahkan, jika 17 tahun yang lalu, dirinya berinvestasi di Dubai. Proses izinnya hanya 30 menit saja. Itu saja cepat. “Bandingkan bagaimana kalau kita maju kalau budaya ini terus terusan. Kecepatan membawa Indonesia maju ke depan. Jangan bikin banyak Perda. Bikin saja satu atau dua Perda yang bisa membantu masyarakat. Kecepatan di pusat dan daerah,” ujarnya.

Sementara Muhaimin Iskandar  meminta agar PKB makin yakin dan bangga. Istilah peradaban itu familiar di PKB dan NU dan santri.  Pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan tol, bandara, infrastruktur lainnya adalah bagian utama dari perdaban. PKB merasakan dengan adanya jalan tol para kyai bisa ditemui dengan cepat. Infrastruktur bagian dari peradaban. “Ketulusan  pak presiden dalam membangun negeri. Akan didukung oleh dan NU dan PKB,” ujarnya. Cak Imin juga sepakat bahwa kehidupan di dunia dikendalikan oleh teknologi. Semua digerakkan oleh teknologi digital. Inovasi industri 4.0 tak dihindari dan kan menentukan arah dunia. Melalui Muktamar, ia mengajak semua pengurus PKB melek IT. Menejemen semuanya mesti dikendalikan oleh IT. Dengan kemajuan teknologi, zonasi menjadi tidak penting lagi tapi bagi PKB ke depannya. IT dan Medsos menjadi basis PKB. “Perintah muktamar, semua pengurus mesti melek IT Digital. Penguasa menjadi pelayan. Pejabat mental lama, merubah kultur wilayah. PKB berkomitmen melayani Ibu Pertiwi. Takut gagal, ABS tak akan dipakai.makna tema muktamar kinerja reformasi. Kami memohon pemerintah agar anak anak PKB, NU dan Indonesia mendapat gizi dan ruang yang memadai untuk mereka. Kita yakin akselerasi dapat terwujud. PKB yakin lima tahun ke depan menyongsong Indonesia maju bersama Presiden Jokowi,” ujarnya. (Axelle Dae/FB)

(Visited 5 times, 1 visits today)
See also  Olahraga Bersama Pangdam I/BB, Bangkitkan Antusiasme Prajurit, PNS Dan Anggota Persit