Dugaan Transaksi Politik yang tidak Ditindaklanjuti, Puluhan Anggota Relawan Kami Latu Kirim Mosi tidak Percaya Kepada KPUD Nagekeo dan Bawaslu

0
77
SURAT - Puluhan anggota Relawan Kami Latu menyatakan mosi tidak percaya kepada KPUD Kabupaten Nagekeo NTT dan Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Sabtu sore (17/2/2024). Foto : Dok - Ist

MAUPONGGO, Fajarbadung.com – Puluhan anggota Relawan Kami Latu menyatakan mosi tidak percaya kepada KPUD Kabupaten Nagekeo NTT dan Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Sabtu sore (17/2/2024).

Anggota Relawan Kami Latu yang terdiri dari anak muda, tokoh masyarakat di beberapa desa di Lereng Gunung Ebulobo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo tersebut menyatakan mosi tidak percaya kepada KPUD Kabupaten Nagekeo dan Bawaslu Nagekeo atas berbagai praktek transaksi dan kecurangan dalam Pemilu 2024. Mosi tidak percaya tersebut dikirim melalui surat terbuka untuk meminta KPUD Kabupaten Nagekeo dan Bawaslu Kabupaten Nagekeo agar segera mengusut berbagai praktek transaksi politik baik berupa uang maupun berupa material lainnya seperti material bangunan dan sejenisnya.

Sekretaris Relawan Kami Latu Aris Loy, saat dikonfirmasi membenarkan alasan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada dua lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu tersebut. “Kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada KPUD Kabupaten Nagekeo dan Bawaslu Nagekeo. Sebab berbagai informasi tentang praktek transaksi politik baik berupa uang maupun barang beredar luas di masyarakat. Namun berbagai informasi tersebut tidak ditindaklanjuti terutama oleh Panwas mulai dari tingkat kecamatan sampai ke desa. Sementara di pihak lain, Panwas sibuk mengawasi para Caleg saat kampanye tatap muka dengan personil yang begitu banyak, terus memperingati Caleg bila melewati jam bila melewati, dan mereka bertindak seolah-olah pelanggaran jam kampanye sebagai sebuah pelanggaran yang sangat substansial. Padahal demokrasi itu sangat dinamis dan tidak kaku,” ujarnya.

See also  Pembangunan Waduk Bener Berlanjut, KSP: Pendekatan Ke Masyarakat Harus Santun

Sementara banyak sekali informasi berseliweran di masyarakat soal transaksi politik baik berupa uang maupun barang. Informasi tersebut malah tidak segera ditindaklanjuti pengawas. “Kami hanya merekam banyak informasi dari masyarakat. Mosi tidak percaya ini kami kirimkan secara terbuka agar ini segera ditindaklanjuti Panwaslu. Bukan tugas kami untuk membuktikan berbagai praktek transaksi politik tersebut tetapi hal itu benar adanya. Kami persilahkan Panwas mengecek, tindak tegas,” ujarnya.

Ketua Relawan Kami Latu Yulius Mere juga menyampaikan hal yang sama. Ia menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir menjelang pencoblosan ada banyak muka baru, ada banyak kendaraan berseliweran di beberapa wilayah di beberapa desa di Lereng Gunung Ebulobo ini. Fenomena lain yang cukup menarik adalah ada beberapa tokoh masyarakat yang cukup dikenal dan berpengaruh justeru menjadi tim sukses beberapa Caleg berduit.

See also  Bahasa Indonesia Mendunia, Kemendikbudristek Ungkap Capaian dan Langkah ke Depan

“Ini bisa dibuktikan bahwa di beberapa TPS di Kecamatan Mauponggo misalnya, ada Caleg yang tidak pernah turun kampanye, tidak pernah tatap muka justru mendapatkan suara yang sangat signifikan. Bagaimana mungkin Caleg yang tidak dikenal bisa mendapatkan suara banyak. Ini harus menjadi catatan juga bagi penyelenggara dan pengawas. Kami meminta agar ini perlu ditindak sesuai ketentuan bahwa bilamana ada Caleg yang tidak pernah kampanye tetapi suaranya banyak bisa didiskualifikasi,” ujarnya.

Relawan Kami Latu sendiri muncul akibat adanya kecemasan kolektif dari masyarakat di beberapa desa di Lereng Gunung Ebulobo. Mereka terdiri dari anak Pemuda Pelapor, tokoh masyarakat yang peduli terhadap pembangunan kawasan Lereng Gunung Ebulobo. Kecemasan kolektif itu muncul ketika partai politik dinilai belum berhasil mencetak kader yang berkualitas untuk duduk di kursi DPRD Nagekeo. Akibatnya, banyak partai politik di saat gelaran Pemilu Legislatif tidak mampu menempatkan kadernya untuk ikut berkontestasi. Kecemasan kolektif ini membuat para Relawan Kami Latu bangkit dengan mengusung seorang kader potensial bernama Arnoldus Dhae, S.Fil. Relawan Kami Latu yang memilih sendiri, mengantar ke Partai Politik yang kebetulan melalui Partai Nasdem. Namun kerja-kerja politik yang bermartabat tersebut dicederai oleh praktek praktek transaksi politik yang merusak Marwah demokrasi di Indonesia. (Sekretaris Relawan Kami Latu, Aris Loy).**

(Visited 5 times, 1 visits today)