Jalin Silahturahmi, Polda Bali dan Flobamora Bali Berkomitmen Jaga Kebersamaan dan Toleransi

0
98
Polda Bali mengadakan silahturahmi dengan organisasi Flobamora (Flores Sumba Timor dan Alor) Provinsi Bali, guna saling merangkul toleransi dan kerukunan antar sesama masyarakat, Selasa, (26/12/2023). Foto : Dok - Ist

DENPASAR, Fajarbadung.com – Polda Bali mengadakan silahturahmi dengan organisasi Flobamora (Flores Sumba Timor dan Alor) Provinsi Bali, guna saling merangkul toleransi dan kerukunan antar sesama masyarakat, Selasa, (26/12/2023).

Momentum silahturahmi sejatinya perlu terus dipupuk, sehingga Flobamora Bali mampu bersinergi dengan Polda Bali dan Pemerintah, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban di Masyarakat (Kamtibmas).

Silaturahmi ini dihadiri langsung Kanit I Subdit III Ditintelkam Polda Bali Kompol I Made Ardika, S.H.,M.H., yang dalam kesempatan tersebut mewakili Direktur Intelkam Polda Bali, termasuk pula dihadiri perwakilan paguyuban daerah yang tergabung dalam Flobamora Bali.

Antar pihak terkait melakukan perkenalan singkat, mulai dari Kompol I Made Ardika, S.H.,M.H. Ia sekaligus menjelaskan pentingnya peran Flobamora Bali untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar etnis di Bali.

See also  Kasus Ujaran Kebencian Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi

“Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi dengan tokoh masyarakat agar kedepannya dapat terjalin hubungan yang harmonis dan sinergis dalam pelaksanaan tugas untuk menciptakan kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polda Bali,” papar Kompol I Made Ardika, Selasa, 26 Desember 2023.

Kedepannya pelaksanaan tugas Polri, diperlukan partisipasi tokoh-tokoh masyarakat dan termasuk paguyuban-paguyuban atau ikatan keluarga yang ada di wilayah hukum Polda Bali.

Sementara itu, Kristoforus Lero perwakilan dari Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) sebagai salah satu paguyuban yang tergabung dalam Flobamora Bali menuturkan Flobamora Bali berkomitmen untuk saling menjaga kebersamaan dan toleransi antar suku atau etnis dalam mewujudkan situasi Bali yang aman dan damai.

“Pulau Bali yang mengandalkan sektor pariwisata membutuhkan keterlibatan elemen masyarakat untuk turut menciptakan situasi yang aman melalui rasa toleransi dan kerukunan,” tandasnya.***

(Visited 3 times, 1 visits today)