Menko PMK Muhadjir Effendy Mengakui Seleksi Sekolah Staf Presiden Obyektif Tanpa Ada Titipan

0
72
Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyambangi peserta Sekolah Staf Presiden (SSP) Pertamina 2023, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (10/7). Foto : Dok - Humas

JAKARTA, Fajarbadung.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menilai proses seleksi Sekolah Staf Presiden (SSP) Pertamina 2023 bisa menjadi praktik baik bagi proses seleksi perekrutan di Indonesia. Sebab, dilakukan secara obyektif, ketat, dan tanpa ada titipan.

Penilaian ini disampaikan Muhadjir setelah mendapati salah satu anggota keluarganya yang ikut mendaftar SSP dinyatakan tidak lolos seleksi. Padahal, sebelumnya Ia sudah memberikan surat rekomendasi. “Tapi memang tulisan saya di situ saya sebutkan apabila yang bersangkutan memenuhi syarat. Dan Alhamdulillah ternyata yang bersangkutan tidak diterima. Ini menunjukkan seleksi dilakukan secara obyektif, ketat, dan tanpa ada titipan,” kata Muhadjir saat menyambangi peserta SSP Pertamina 2023, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (10/7).

See also  Peduli dan Ikhlas Tanpa Batas, Ibu Hetty Andika Perkasa Bantu Tenaga Kesehatan

Menurut Muhadjir, apa yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko dengan membuat program Sekolah Staf Presiden bisa menjadi bagian dari revolusi mental di Indonesia. Terlebih, proses perekrutan dilakukan dengan adil dan benar-benar berdasarkan kompetensi. “Seandainya semua proses seleksi di Indonesia berjalan seperti di SSP, ini akan menjadi gerakan revolusi mental,” ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko, kembali menegaskan komitmennya tentang proses seleksi program SSP. Di mana, semua harus dilakukan berdasarkan standar yang sudah ditetapkan, termasuk untuk kualifikasi peserta. “Dalam prosesnya saya selalu mengawasi tim SSP ini, untuk tetap menjalankan proses sesuai standarnya,” tegas Moeldoko.

Seperti diketahui, dari 66.139 peserta yang mendaftar Sekolah Staf Presiden (SSP) Pertamina 2023, hanya 35 orang yang dinyatakan lolos seleksi dan menjadi bagian dari SSP. Proses seleksi dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, tahap administrasi. Di mana, tim SSP mengecek seluruh dokumen calon peserta. Dokumen tersebut diantaranya, daftar Riwayat hidu, tingkat pendidikan, serta pengalaman organisasi dan latar belakang profesi. Tahap selanjutnya dilakukan seleksi esaiyang dilanjutkan dengan seleksi wawancara oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden.

See also  KSP: Jelang Tahun Politik 2024, Kepala Daerah Waspadai Peningkatan Karhutla

Saat ini, 35 peserta SSP Pertamina 2023 masih mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan Istana Negara. Pelaksaan SSP Pertamina akan berakhir pada Jum’at, 14 Juli 2023.**

 

(Visited 2 times, 1 visits today)